Terlibat Kasus Haji Ilegal, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Presiden Joko Widodo mencoba Ammdes bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto./Bisnis Indonesia-Amanda Kusumawardhani
Harianjogja.com, JAKARTA–Alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) akan diproduksi massal pada 2019. Rencana, unit dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 80% tersebut diproduksi hingga 15.000 unit per tahun.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan produksi massal tersebut untuk meningkatkan daya saing AMMDes sehingga kompetitif di pasar domestik maupun mancanegara. Peningkatan daya saing tersebut menurutnya memiliki modal besar dari TKDN yang tinggi.
Airlangga menjelaskan peningkatan produksi AMMDes melalui berbagai rangkaian uji coba yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan juga industri. AMMDes yang saat ini diproduksi 3.000 unit per tahun akan didongkrak hingga 9.000–15.000 unit per tahun.
"AMMDes didesain dan dikembangkan dengan platform dan riset nasional, melibatkan tier 2 dan tier 3 industri otomotif," ujar Airlangga kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (22/01).
Unit tersebut, menurut Airlangga diproduksi melalui kerja sama PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (PT KMWI) dengan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri. Pemasok komponen AMMDes tesebut sebagian besar merupakan industri kecil menengah (IKM).
Airlangga menjelaskan 184 komponen yang diproduksi di dalam negeri tersebut mencakup 70% dari nilai harga AMMDes. Hal tersebut membuat pengembangan AMMDes dapat mendorong kinerja industri di berbagai tingkatan, khususnya industri komponen.
Pengembangan pada tahun ini menurut Airlangga akan menyasar pasar lokal terlebih dahulu sebagai wujud kemandirian industri nasional. "Untuk ekspor tahap berikutnya," ujar Airlangga.
Produksi massal tersebut menurut Airlangga akan dilakukan setelah seluruh proses tahapan perizinan dari Kementerian Perhubungan rampung.
Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen menjelaskan KMWI sebagai produsen AMMDes merupakan perusahaan patungan antara PT Kiat Inovasi Indonesia (KII) dengan PT Velasto Indonesia (anak usaha PT Astra Otoparts Tbk). Unit tersebut menurutnya akan diproduksi di Citeureup, Jawa Barat dan Klaten, Jawa Tengah.
Hamdhani menyatakan optimistis dapat memenuhi permintaan produksi AMMDes sesuai jumlah dan spesifikasi yang diminta. Dia menjelaskan AMMDes memiliki tiga tipe, yakni model fix bin dengan power take off (PTO), model fix bin yang didukung alat mesin pertanian, dan model flat deck atau passenger dengan PTO. Unit AMMDes yang terintegrasi dengan PTO menurut Hamdhani dapat diaplikasikan dengan alat pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator, dan peralatan lainnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto mendukung pengembangan dan produksi massal AMMDes untuk memacu produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan industri komponen. “Kami juga minta agar AMMDes ini dapat didistribusikan ke seluruh daerah Indonesa, yang disesuaikan dengan kebutuhan di daerah-daerah tersebut,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 WNI masih menjalani proses hukum kasus haji ilegal di Arab Saudi. KJRI Jeddah memastikan pendampingan kekonsuleran terus diberikan.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.