Siasati Larangan, PUBG Kembangkan Fitur Pembatasan Durasi Bermain

Syaiful Millah
Syaiful Millah Senin, 25 Maret 2019 06:57 WIB
Siasati Larangan, PUBG Kembangkan Fitur Pembatasan Durasi Bermain

Peserta bermain game online PUBG pada acara Spirit of Millennials Games Day 2018 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/12/2018)./JIBI-Nurul Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA – Pengembang gim ponsel Player Unkonwn Battlegrounds atau jamak dikenal sebagai PUBG mulai mengembangkan beberapa fitur baru untuk menyiasati berbagai larangan.

Pada pekan lalu, sebagaimana diberikan oleh Reuters, 10 siswa di India ditangkap karena bermain PUBG yang telah dilarang di negara tersebut. Otoritas setempat menyebut, larangan bermain PUBG didasari oleh dampak yang dihasilkan dari gim kepada penggunanya cenderung negatif, seperti penyebaran sifat kekerasan kepada orang lain.

Untuk mengatasi hal tersebut, seperti dilansir dari Android Authority, Minggu (24/3/2019) PUBG mulai mengembangkan fitur batasan harian untuk bermain PUBG di India, yakni maksimal selama enam jam. Setelah itu, PUBG mobile akan keluar secara otomatis.

Jika pemain berupaya untuk kembali masuk ke dalam aplikasi, akan muncul sebuah peringatan yang memberitahu pemain untuk kembali login pada pukul 05:30 waktu setempat.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah meminta verifikasi usia dengan pemain yang diperbolehkan bermain PUBG mobile yaitu 18 tahun.

Namun demikian, fitur-fitur tersebut masih dalam tahap uji coba. Tencent, selaku distributor gim PUBG belum membuat pengumuman resmi mengenai pembatasan bermain selama 6 jam ataupun tentang verifikasi usia.

Apabila aturan ini diterapkan, banyak pihak menilai akan membuat kesal para pemain. Meski begitu, kebijakan tersebut juga dinilai lebih baik dibandingkan larangan secara langsung yang menyebabkan gim PUBG tidak boleh dimainkan sama sekali.

Sementara, gim bergenre battle royale sejenis lainnya seperti Fortnite buatan besutan Epic Games dan Apex Legends besutan Electrnics Arts tidak mendapat larangan di India. Hal ini ditengarai karena dua gim tersebut belum banyak dimainkan di negara Bolywood tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online