Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ilustrasi Android Lollipop (androidpit.com)
Harianjogja.com, JAKARTA — Sistem operasi Android saat ini paling banyak dipakai oleh vendor smartphone. Laporan terbaru dari Strategy Analytics menyebutkan kalau OS dari Google itu dipakai di 84% dari total pengapalan smartphone global pada kuartal III 2014.
Dikutip detikINET dari Cnet, Sabtu (1/11/2014), iOS dari Apple menguntit jauh di belakang dengan persentase 12,3%. Kemudian ada Windows Phone dengan 3,3% diikuti oleh BlackBerry dengan 0,7%.
"Ini adalah puncak market share Android. Kecuali volume iPhone menurun di masa depan yang sangat kecil kemungkinannya, Android sepertinya tidak akan tembus lebih dari 85%," ucap Neil Mawston, analis di Strategy Analytics.
Ya, Android memang tampak tak terkalahkan saat ini, didukung begitu banyaknya vendor ponsel yang memakainya. Beda misalnya dengan iOS yang hanya dipakai oleh iPhone. Tapi rupanya, ada berbagai masalah muncul yang tak bisa diremehkan begitu saja oleh Google.
"Kepemimpinan Android di pasar smartphone global tampak tidak tertandingi sekarang. Tapi tantangan muncul untuk Google. Platform Android terlalu ramai dengan ratusan brand, harganya menurun di seluruh dunia dan hanya sedikit saja vendor yang meraih untung," jelas Mawston.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Kulonprogo bersiap sambut libur sekolah 2026, Pantai Glagah diprediksi jadi destinasi favorit wisatawan.
Puluhan kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia kini berkumpul dalam satu ruang di Gedung Saraswati Museum Sonobudoyo, Jogja.
KPK menyidik dugaan korupsi notifikasi SMS dan WhatsApp di BRI dan Telkom, kerugian negara hampir Rp2 triliun.
Kecelakaan di Jalan Wonosari Bantul tewaskan pejalan kaki lansia, polisi selidiki penyebab dan temukan barang bukti.
KPK geledah rumah Silmy Karim terkait kasus pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar, buru bukti baru.