Persis Solo Resmi Degradasi, Dirut Minta Maaf dan Siapkan Revolusi Tim
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
Logo VW (www.telematics.com)
Recall dilakukan oleh Volkswagen (VW) terhadap 5.600 unit mobil listriknya setelah ada masalah pada baterai.
Harianjogja.com, WASHINGTON — Volkswagen me-recall hampir 5.600 unit mobil e-Golf listrik di Amerika Serikat untuk mengatasi masalah pada baterai.
Laman Reuters, Selasa (29/03/2016) melaporkan, pihak VW mengatakan recall mencakup semua kendaraan listrik tersebut yang dijual di Amerika Serikat sejak diluncurkan pada November 2014.
Regulator di AS yaitu The National Highway Traffic Safety Administration mengatakan recall diakibatkan perangkat lunak dalam sistem manajemen baterai memungkinkan mengklasifikasikan gelombang arus listrik menandakan kondisi baterai kritis yang dapat menyebabkan mobil mati tiba-tiba.
Untuk mengatasi masalah itu, diler VW di AS akan menginstal perangkat lunak yang diperbarui dalam kendaraan listrik.
Sebagai gambaran, VW menjual 4.232 mobil e-Golf di Amerika Serikat tahun lalu. Jumlah itu naik dari 357 unit pada 2014.
VW telah menjual 526 unit dalam 2 bulan pertama tahun ini. Recall ini juga mencakup 157 kendaraan terjual di tangan agen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
Jemaah haji Sleman wafat saat proses pemberangkatan 2026. Beberapa jemaah lain gagal berangkat karena kondisi kesehatan.
Pemkot Jogja siapkan Rp56 miliar untuk jalan inspeksi Kali Code 4 km. Target penataan bantaran sungai bebas kumuh 10 tahun.
Mikel Arteta ungkap pelajaran penting dari PSG jelang final Liga Champions 2026. Arsenal siap tampil maksimal dan incar gelar juara.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Antam, UBS, dan Galeri24 kompak menguat. Simak daftar harga lengkap terbaru.
WHO menyebut Ebola Bundibugyo memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Wabah di Kongo dan Uganda berpotensi terus meningkat.