Dipakai 1,5 Miliar Pengguna, Tik Tok Jadi yang Terpopuler setelah Whatsapp & Messenger
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Ilustrasi jaringan 6G (Atimes)
Harianjogja.com, SOLO – Teknologi 5G digadang-gadang baru populer pada 2019 mendatang. Sejumlah vendor telepon seluler (ponsel) tengah merancang perangkat yang mendukung teknologi 5G. Namun, siapa sangka Tiongkok justru telah merancang teknologi konektivitas selanjutnya, yakni 6G.
Dikutip dari Techin Asia, Rabu (21/11/2018), Tiongkok disebut tengah memulai riset dan pengembangan teknologi jaringan 6G. Riset tersebut dilakukan di bawah pengawasan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok.
"Penelitian dan pengembangan awal jaringan 6G dimulai pada 2020 mendatang. Jika semua proses lancar, jaringan 6G bakal dikomersilkan pada 2030," kata ketua tim riset, Su Xin.
Kecepatan jaringan Internet 6G ini diklaim 10 kali lebih cepat ketimbang 5G. Padahal, jaringan 5G saja disebut-sebut memiliki kecepatan yang luar biasa dan diklaim bakal memberikan perubahan pada kehidupan masyarakat modern.
Sebagai informasi, kecepatan jaringan 5G rata-rata sekitar 300 Mbps. Dengan kecepatan tersebut, sekitar 1 GB data bisa diunduh dalam waktu 28 detik.
Sementara kecepatan masimalnya mencapai 1 Mbps. Teknologi jaringan 5G telah dirilis di empat kota di kawasan Amerika Serikat, yakni Los Angeles, Sacramento, Houston, dan Indianapolis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Indonesia dan Jepang bahas ekspor kapal perusak Asagiri, langkah strategis perkuat TNI AL dan kerja sama pertahanan.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa promosikan Panda Bond ke China dan Inggris untuk perluas pembiayaan APBN 2026.
Grebeg UMKM X DJAMUAN 2026 di Jogja dorong digitalisasi QRIS dan penguatan 260 UMKM lokal.
Damkar Jogja mencatat 24 kebakaran hingga Juni 2026, mayoritas akibat korsleting listrik. Kerugian capai Rp202 juta.
Realisasi subsidi dan kompensasi APBN 2026 capai Rp203,7 triliun. Pemerintah jaga daya beli dan stabilitas harga.