FAJI Sleman Resmi Berdiri, Langsung Persiapan Ikuti 2 Kejuaraan
Pengda FAJI DIY mengukuhkan struktur kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) FAJI Sleman periode 2026 - 2030.
Choetech USB C to Lightning Cable [6ft Apple MFi Certified]
Harianjogja.com, JOGJA—Pada April lalu, perusahaan elektronik Choetech mengeluarkan produk baru mereka berupa kabel USB pengisi daya telepon seluler (ponsel) pintar keluaran Apple.
Produk itu berupa Choetech USB C to Lightning Cable [6ft Apple MFi Certified]. Dari namanya, Choetech menegaskan kabel USB miliknya itu sudah mendapatkan sertifikasi dari Apple sebagai pengisi daya.
"Kabel ini dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel pintar maupun mentransfer data," papar Overseas Promotor Choetech, Emily Li, kepada Harian Jogja, Jumat (28/6/2019).
Kabel ini bisa digunakan untuk iPhone XR/XS/XS Max dengan cip khusus milik Apple agar 100% bisa dipakai di keluaran Apple. Tak seperti kabel USB umumnya, produk baru Choetech itu bisa dibentangkan sampai dua meter.
Berbarengan dengan USB C to Lightning Cable [6ft Apple MFi Certified], Choetech mengeluarkan kabel data XCH-M180GY USB Type C to HDMI. Dengan kabel konektor ini, pengguna bisa menggunakannya untuk mengisi daya MacBook Pro atau model lai yang lebih dari 60W.
"Di Indonesia, Choetech Indonesia sudah menyediakan produk-produk mereka ini melalui toko daring. Ada garansi-garansi khusus yang ditawarkan di setiap produk," ucap Emily.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengda FAJI DIY mengukuhkan struktur kepengurusan Pengurus Cabang (Pengcab) FAJI Sleman periode 2026 - 2030.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.