Bukan Harus Dijauhi, Ini 7 Tipe Orang yang Perlu Dibatasi
Psikolog mengungkap 7 tipe orang yang dapat menguras energi mental dan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan emosional.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Keberadaan kerak di mobil memang mengganggu dan mengurangi kenyamanan kita saat berkendara. Padahal, kerak itu muncul karena berbagai faktor, seperti cuaca lembap, mobil jarang dibersihkan, sisa-sisa air pada cat mobil, dan sebagainya. Lalu, apa yang bisa kita lakukan agar kerak tersebut bisa hilang? Simak langkahnya sebagai berikut :
Anda bisa menghilangkan kerak di mobil dengan jalan mengelap menggunakan lap kanebo. Selain itu, Anda juga bisa menyikat kerak dengan sikat gigi. Saat membersihkannya, jangan lakukan secara terburu-buru agar tidak muncul baret pada cat mobil.
Anda bisa menggunakan bahan pembersih baik sabun atau sampo mobil. Selain itu, beberapa bahan dapur seperti air garam atau minyak zaitun juga bisa Anda gunakan untuk membersihkan kerak.
Sebelum membersihkan kerak, Anda harus mencuci mobil tersebut dengan air bersih. Setelah itu keringkan mobil di bawah sinar matahari agar tidak ada sisa air yang mengendap dan memunculkan kerak baru. Selanjutnya, Anda bisa membersihkan kerak tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Psikolog mengungkap 7 tipe orang yang dapat menguras energi mental dan perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan emosional.
Kortastipidkor Polri menggeledah empat lokasi di Jawa Timur terkait dugaan impor HP bekas ilegal yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.
Pengguna Home Charging Services PLN di Papua mencapai 47 pelanggan hingga pertengahan 2026, menandai meningkatnya minat kendaraan listrik.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kenduri Jenang Suran di Pringgokusuman kembali digelar sebagai tradisi syukur Tahun Baru Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya Kota Jogja.
Mahasiswa UGM menjalankan KKN di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, dengan program digitalisasi desa, pengembangan wisata, dan olahan sirup mangrove.