Cek Rute Trans Jogja Hari Ini: Pembayaran Nontunai Mulai Rp500
Rute Trans Jogja September 2026 lengkap dari Jalur 1A hingga 15, beserta tarif tiket nontunai, reguler, pelajar Rp500, dan syarat pembayarannya.
Ilustrasi tidur/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Kebiasaan buruk kerap kali dilakukan oleh orang baik secara sadar maupun tanpa sadar. Padahal, kebiasaan buruk yang dilakukan itu baik karena bisa memberi memberikan dampak negatif bagi kesehatan.
Berikut kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang tanpa sadar dengan ponselnya saat hendak tidur :
1. Main ponsel sebelum tidur
Banyak yang menganggap bermain ponsel menjelang tidur akan membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Padahal kebiasaam itu justru akan membuat otak “terjaga” semalaman.
2. Tidur pakai earphone
Mendengarkan musik atau video menggunakan earphone saat tidur justru menurunkan fungsi pendengaran. Untuk itu mulai sekarang hindari kebiasaan tidur pakai earphone.
3. Menaruh ponsel di sebelah kepala
Menurut Journal of Psychiatric Research, tidur di sebelah smartphone bisa menghambat produksi hormon melatonin. Hormon melatonin merupakan hormon yang yang membuat tubuh merasa lebih rileks hingga mengantuk. Kalau distribusinya terganggu, maka akan mengurangi kualitas tidur dan akan mengganggu aktivitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja September 2026 lengkap dari Jalur 1A hingga 15, beserta tarif tiket nontunai, reguler, pelajar Rp500, dan syarat pembayarannya.
Kejati DIY menetapkan ABW sebagai tersangka dugaan korupsi kelonggaran tarik pinjaman senilai sekitar Rp1,66 miliar di Wonosari.
KPK memeriksa empat saksi kasus dugaan gratifikasi Rp20,7 miliar yang menjerat mantan Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Minyak jelantah dari MBG, KDMP, rumah tangga hingga restoran dijajaki Pertamina sebagai bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan.
Selama 56 tahun, SHARP telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mengikuti perubahan kebutuhan rumah tangga, perkembangan teknologi.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus berbasis aksi iklim nyata, bukti kredibel, dan tata kelola berintegritas.