BYD Perbarui Keamanan Shark 6 Usai Ditemukan Celah Peretasan
BYD menyiapkan update OTA untuk Shark 6 setelah pengujian menemukan celah pada sistem infotainment. Lampu dan wiper juga diuji melalui CAN bus.
Seorang pria melihat Tesla Model S di showroom di Beijing, Tiongkok 29 Januari 2014./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA — Produsen mobil China BYD dikabarkan akan menyuplai baterai ke Tesla. Informasi ini didapat dari seorang petinggi BYD dalam wawancara dengan media pemerintah setempat.
"Kami sekarang berteman baik dengan Elon Musk karena kami sedang bersiap untuk memasok baterai ke Tesla dalam waktu dekat," kata Lian Yubo dikutip dari Reuters, Kamis (9/6/2022).
Namun, kabar tersebut sampai saat ini belum dikonfirmasi oleh BYD dan Tesla. BYD adalah salah satu produsen terbesar di dunia untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Sebelumnya perusahaan telah berupaya memasok baterai ke perusahaan otomotif lain termasuk Toyota.
Sementara Tesla selama ini mendapatkan pasokan baterai LFP dari raksasa baterai China CATL300750. Sejauh ini baterai itu telah dipasang pada mobil-mobil listrik besutan Tesla yang diproduksi di pabrik Shanghai sejak 2020. Sementara, Panasonic dan LG Energy Solutions merupakan pemasok utama sel berbasis nikel dan kobalt untuk Tesla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD menyiapkan update OTA untuk Shark 6 setelah pengujian menemukan celah pada sistem infotainment. Lampu dan wiper juga diuji melalui CAN bus.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.