Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Hyundai IONIQ 5/Instagram Hyundai
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak berbeda dengan produk yang menggunakan baterai, perawatan dan cara pemakaian menentukan durasi keawetannya. Begitu juga dengan baterai pada mobil listrik, termasuk Hyundai IONIQ 5.
Technical Manager Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fattony, mengatakan penurunan pemakaian baterai pada mobil listrik dipengaruhi oleh cara dan kebiasaan dalam mengisi daya kendaraan.
"Sama seperti mengisi daya handphone, dengan model yang sama, umur akan berbeda tergantung dari cara mengisi daya," kata dia sela test drive Hyundai IONIQ 5 di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Ada Fitur Cek Tarif Tol di Google Maps, Ini Simulasi Penggunaannya
Jika terlalu sering mengisi daya dengan fast-charging atau DC Charger kapasitas daya 50kW, baterai lebih cepat panas ketimbang mengisi daya dengan AC charger. Oleh karena itu, mengisi daya dengan DC charger terlalu sering bisa meningkatkan kemungkinan degradasi baterai lebih cepat.
Kendati demikian, berdasarkan pemakaian IONIQ untuk layanan taksi yang dipesan daring, ia menuturkan kesehatan baterai pada mobil-mobil tersebut masih baik dalam kurun dua tahun.
"Kesehatan baterainya masih 99 persen selama dua tahun, ada yang masih 100 persen. Penyusutannya berapa lama tak bisa dihitung, tapi tergantung bagaimana cara memperlakukan baterai," kata dia.
Untuk mengecek kesehatan baterai, konsumen bisa langsung datang ke diler untuk memeriksanya. Pada mobil listrik Hyundai IONIQ 5, garansi yang berlaku untuk baterai kendaraan adalah delapan tahun atau 160.000 kilometer. Jika kesehatan baterai dalam delapan tahun kurang dari 70 persen, baterai akan diganti. Namun, konsumen diingatkan untuk patuh cek berkala sesuai ketentuan agar garansi berlaku.
BACA JUGA: Jerman Menolak Rencana Aturan Larang Jual Mobil Bensin di Eropa Mulai 2035
Head of Public Relations Hyundai Motors Indonesia, Uria Simanjuntak, menambahkan apabila DC Charger biasanya memang digunakan sesekali untuk kondisi di mana konsumen harus mengisi daya dalam waktu singkat seperti kala sedang bepergian jauh. Dalam penggunaan sehari-hari, pemilik mobil listrik bisa mengisi daya dengan fasilitas seperti di rumah.
Saat ini, sebanyak 100 diler di Indonesia telah menyediakan fasilitas pengisian daya AC Wall Charger. Pengisian daya juga bisa dilakukan di mitra-mitra yang telah berkolaborasi dengan Hyundai seperti kafe, restoran, perkantoran, hotel hingga rest area dengan total 80 tempat. Ia menambahkan, ada tiga titik pengisian daya mobil listrik di rute dari Jakarta menuju Surabaya, begitu pula sebaliknya.
Ketika menjajal mobil IONIQ 5 dari Jakarta ke Purwakarta, kemudian ke Lembang di Bandung dan kembali ke Jakarta dalam perjalanan dua hari satu malam sejauh kurang lebih 325 kilometer, baterai dalam sekali pengisian masih tersisa hingga kembali ke Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman, lengkap dengan jam keberangkatan, lima pilihan tujuan, dan tarif Rp80.000.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 28 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.