KPK Tangkap Politikus Golkar Fahd Arafiq dalam OTT ATR BPN, Sita Uang Ratusan Miliar
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Hyundai IONIQ 5/Instagram Hyundai
Harianjogja.com, JOGJA—Tidak berbeda dengan produk yang menggunakan baterai, perawatan dan cara pemakaian menentukan durasi keawetannya. Begitu juga dengan baterai pada mobil listrik, termasuk Hyundai IONIQ 5.
Technical Manager Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fattony, mengatakan penurunan pemakaian baterai pada mobil listrik dipengaruhi oleh cara dan kebiasaan dalam mengisi daya kendaraan.
"Sama seperti mengisi daya handphone, dengan model yang sama, umur akan berbeda tergantung dari cara mengisi daya," kata dia sela test drive Hyundai IONIQ 5 di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Ada Fitur Cek Tarif Tol di Google Maps, Ini Simulasi Penggunaannya
Jika terlalu sering mengisi daya dengan fast-charging atau DC Charger kapasitas daya 50kW, baterai lebih cepat panas ketimbang mengisi daya dengan AC charger. Oleh karena itu, mengisi daya dengan DC charger terlalu sering bisa meningkatkan kemungkinan degradasi baterai lebih cepat.
Kendati demikian, berdasarkan pemakaian IONIQ untuk layanan taksi yang dipesan daring, ia menuturkan kesehatan baterai pada mobil-mobil tersebut masih baik dalam kurun dua tahun.
"Kesehatan baterainya masih 99 persen selama dua tahun, ada yang masih 100 persen. Penyusutannya berapa lama tak bisa dihitung, tapi tergantung bagaimana cara memperlakukan baterai," kata dia.
Untuk mengecek kesehatan baterai, konsumen bisa langsung datang ke diler untuk memeriksanya. Pada mobil listrik Hyundai IONIQ 5, garansi yang berlaku untuk baterai kendaraan adalah delapan tahun atau 160.000 kilometer. Jika kesehatan baterai dalam delapan tahun kurang dari 70 persen, baterai akan diganti. Namun, konsumen diingatkan untuk patuh cek berkala sesuai ketentuan agar garansi berlaku.
BACA JUGA: Jerman Menolak Rencana Aturan Larang Jual Mobil Bensin di Eropa Mulai 2035
Head of Public Relations Hyundai Motors Indonesia, Uria Simanjuntak, menambahkan apabila DC Charger biasanya memang digunakan sesekali untuk kondisi di mana konsumen harus mengisi daya dalam waktu singkat seperti kala sedang bepergian jauh. Dalam penggunaan sehari-hari, pemilik mobil listrik bisa mengisi daya dengan fasilitas seperti di rumah.
Saat ini, sebanyak 100 diler di Indonesia telah menyediakan fasilitas pengisian daya AC Wall Charger. Pengisian daya juga bisa dilakukan di mitra-mitra yang telah berkolaborasi dengan Hyundai seperti kafe, restoran, perkantoran, hotel hingga rest area dengan total 80 tempat. Ia menambahkan, ada tiga titik pengisian daya mobil listrik di rute dari Jakarta menuju Surabaya, begitu pula sebaliknya.
Ketika menjajal mobil IONIQ 5 dari Jakarta ke Purwakarta, kemudian ke Lembang di Bandung dan kembali ke Jakarta dalam perjalanan dua hari satu malam sejauh kurang lebih 325 kilometer, baterai dalam sekali pengisian masih tersisa hingga kembali ke Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.