Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Logo Twitter./Bloomberg - Alex Flynn
Harianjogja.com, JAKARTA—Founder dan CEO Tesla, Elon Musk, membatalkan kesepakatan untuk mengakuisisi Twitter senilai US$44 miliar atau Rp660 triliun pekan lalu. Salah satu alasannya terkait jumlah akun bot atau palsu di platform.
Dalam pengajuan, pengacara Musk mengatakan Twitter telah gagal atau menolak untuk menanggapi beberapa permintaan informasi tentang akun palsu atau spam di platform, yang merupakan dasar kinerja bisnis perusahaan, mengutip Yahoo Finance.
"Twitter melakukan pelanggaran material terhadap beberapa ketentuan Perjanjian itu, tampaknya telah membuat pernyataan palsu dan menyesatkan yang diandalkan oleh Musk ketika memasuki Perjanjian Penggabungan," kata pengajuan itu, dikutip Rabu (13/7/2022).
Elon Musk sebelumnya meraih kesepakatan senilai US$44 miliar untuk mengambil Twitter pada bulan April, tetapi kemudian menunda pembelian sampai perusahaan media sosial itu membuktikan bahwa akun bot spam kurang dari 5 persen dari total penggunanya.
BACA JUGA: Akan Segera Dirilis, OPPO A57 Usung Desain Retro Modern
Orang terkaya di dunia ini mengklaim bahwa Twitter tidak memberikan informasi yang diperlukan untuk menghitung jumlah akun bot dan memberikan informasi yang tidak akurat.
Lantas, apa itu akun bot spam dan berapa banyak yang saat ini ada di Twitter? Berikut penjelasannya, sebagaimana dilansir dari New York Times.
Terkadang disebut “bot,” “spam”, atau “akun palsu,” semuanya merujuk pada akun yang tidak asli, yang meniru cara orang menggunakan Twitter. Beberapa akun spam beroperasi secara otomatis, tetapi ada juga yang dioperasikan manual oleh orang sehingga sulit untuk mendeteksinya. Bot dapat men-tweet pada unggahan orang, membagikan tweet, mem-follow, dan di-follow oleh akun lain.
Musk telah menyuarakan keprihatinan atas bot di Twitter selama bertahun-tahun. Pada 2020, dia muncul di sebuah acara untuk karyawan Twitter, dan mendorong perusahaan untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah dan menghapus bot.
Sejak mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi Twitter pada April 2022, Musk telah berulang kali men-tweet tentang bot di platform tersebut. Pada Mei 2022, ketika CEO Twitter Parag Agrawal men-tweet cara perusahaan mendeteksi dan memerangi bot, Musk menanggapi dengan emoji kotoran.
BACA JUGA: Paling Banyak Dibeli di Tokopedia: Produk Kesehatan, Makmin, dan Otomotif
Dalam surat enam paragraf pada 6 Juni 2022, pengacara Elon Musk meminta lebih banyak informasi dari Twitter, tetapi perusahaan media sosial berlambang burung itu menolak permintaan akses data untuk mengungkapkan jumlah akun palsu di platformnya.
“Itu sama dengan pelanggaran materi yang jelas dari kesepakatan itu,” kata pengacara Musk. Dia pun menyatakan bahwa hal ini memberi Musk hak untuk memutuskan perjanjian.
Keesokan harinya, Twitter setuju untuk mengizinkan Elon Musk akses langsung ke “firehose” yang berisi jutaan tweet yang mengalir melalui jaringan setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.