Pelantikan Kepala BGN Ditunda, Nanik Diminta Fokus Benahi Program MBG
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.
Dari kanan: Ferry Unardi, Jiraphon Kawswat, dan Rajsuda Rungsiyakull menandatangani perjanjian kerja sama antara Traveloka dengan dengan PTTOR International Holdings Pte. Ltd.
Harianjogja.com, JAKARTA—Unicorn Tanah Air Traveloka mendapat investasi dari PTT Oil and Retail Business Pcl (OR), perusahaan minyak dan gas (migas) milik pemerintah Thailand.
Dikutip melalui Kaohoo International, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Thailand itu bakal menyuntik modal Traveloka melalui anak usahanya, yakni PTTOR International Holdings Pte. Ltd. di Singapura.
“Kolaborasi antara OR dan Traveloka akan memberikan solusi gaya hidup tambahan kepada pelanggan. Ini juga sejalan dengan strategi OR untuk menjadi solusi satu atap atas semua layanan terkait gaya hidup,” ujar Jiraphon, dikutip melalui Kaoho International, Minggu (31/7/2022).
Nilai pendanaan ini tidak disebutkan, namun sebelumnya laporan Bloomberg menyebutkan bahwa startup penyedia layanan wisata atau online travel agent (OTA) ini hampir mengumpulkan pendanaan lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp2,9 triliun.
Kerja sama ini juga dinilai memberikan peluang pertumbuhan bagi OR dan Traveloka di pasar domestik dan internasional. Penyebabnya, kedua perusahaan bisa mencari peluang investasi baru bersama dengan mitra untuk menangani kebutuhan pelanggan.
BACA JUGA: Diretas, Situs PSE Kominfo Diserbu Jutaan Serangan per Hari
Sementara itu, strategi lain juga dihadirkan perusahaan salah satunya melalui unit bisnis Platform. Traveloka memperkenalkan wajah baru Traveloka Points yang ditujukan untuk memberikan beragam kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan reward.
Traveloka Points merupakan program reward yang menawarkan berbagai manfaat serta keuntungan dari setiap aktivitas pengguna dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup dan perjalanan mereka.
VP of Platform Marketing Traveloka Terry Santoso mengatakan, dengan fokus pada human technology, perseroan berkomitmen untuk menghadirkan inovasi yang berpusat pada kebutuhan konsumen.
Melalui unit bisnis Platform, perusahaan senantiasa berupaya memahami kebutuhan konsumen dengan membangun pengalaman terbaik setiap kali menggunakan platform, salah satunya dengan pengoptimalan Traveloka Points.
"Melalui inovasi terbaru ini, kami berharap konsumen akan semakin mudah dan nyaman dalam memenuhi beragam kebutuhan gaya hidup mereka, ditunjang berbagai kesempatan untuk memperoleh reward yang sangat menarik," katanya lewat rilisnya, dikutip Minggu (31/7/2022).
BACA JUGA: Spesifikasi dan Harga iPhone 14 yang Rilis September 2022
Dia mengatakan, wajah baru Traveloka Points memungkinkan pengguna mendapatkan reward dengan lebih mudah. Dengan melakukan transaksi di Traveloka, pengguna akan mendapatkan poin yang didapatkan dari berbagai aktivitas, baik transaksi serta aktivitas nontransaksi, seperti dengan memenangkan gim yang ada di aplikasi, mengikuti Mission, permainan Teka Teki, hingga mengunggah video di Traveloka Explore.
Sementara itu, Riset McKinsey mencatatkan, pengalaman pelanggan yang baik dapat menghasilkan peningkatan 20 persen terhadap kepuasan konsumen. Seiring dengan peningkatan adaptasi teknologi, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan menjadi kebutuhan utama konsumen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.
Pria di Bantul ditangkap setelah mencuri ponsel tetangga dan memakai WhatsApp korban untuk menipu rekan hingga meraup Rp20 juta.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 25 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga malam.
Pendaki gunung perlu waspada hipotermia. Pakar UMY mengingatkan bahaya baju katun dan membagikan cara menjaga suhu tubuh saat mendaki.
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Dugaan uang Rp20 juta ke oknum BEM UBK memicu kecaman alumni. IKA UBK mendesak sanksi tegas dan klarifikasi terbuka kepada publik.