Jangan Tunggu Rusak, Ini 7 Tanda Laptop Perlu Diganti
Kenali 7 tanda laptop mulai ketinggalan teknologi, dari performa lambat, baterai boros hingga tak mendapat pembaruan keamanan. Kapan harus ganti?
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perusahaan startup GitHub akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 10 persen dari total karyawannya. Langkah PHK itu dilakukan sebagai usaha penghematan bisnis.
BACA JUGA: Startup yang PHK Karyawan Terus Bertambah
"Kami mengumumkan sejumlah keputusan yang sulit tetapi perlu, dan penyesuaian anggaran untuk melindungi kesehatan bisnis kami dalam jangka pendek," kata juru bicara GitHub dikutip dari TechCrunch.
Menurut laporan yang beredar, GitHub memiliki 2.500 karyawan pada April 2021. Sepanjang 2022, jumlah tenaga kerja GitHub naik 1.000, menjadi 3.500 staf. Jika angka ini benar, maka sebanyak 350 karyawan GitHub akan terkena PHK.
Selain melakukan PHK, GitHub juga menutup seluruh kantornya dan mengalihkan staf untuk bekerja dari rumah dan melakukan penggantian laptop dari tiga tahun menjadi 4 tahun. Tidak sampai disitu, GitHub kini juga pindah ke Teams, layanan video telekonferensi milik Microsoft untuk mengurangi biaya operasional. GitHub juga tidak melakukan perekrutan karyawan baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali 7 tanda laptop mulai ketinggalan teknologi, dari performa lambat, baterai boros hingga tak mendapat pembaruan keamanan. Kapan harus ganti?
Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi ditutup sementara setelah kebakaran sekitar setengah hektare terjadi di kawasan puncak.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Prabowo meminta karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dan orangutan Kalimantan yang terdampak diselamatkan.
APJAPI menilai perubahan aturan bagasi Garuda dari bobot ke jumlah koli berpotensi merugikan penumpang dan tidak sesuai regulasi.