2.945 Titik Panas Terdeteksi di Sumatra, Asap Ganggu Pekanbaru
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Pengunjung tengah memainkan gim di perangkat OPPO F9, Minggu (2/9/2018)./Harian Jogja-Rheisnayu Cyntara
Harianjogja.com, JAKARTA—Perusahaan teknologi asal China, Oppo, mengonfirmasi bahwa mereka menutup anak perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan chip bernama Zeku.
BACA JUGA: Oppo Pimpin Daftar Merek Terlaris 2022
Penutupan Zeku yang berbasis di Shanghai itu dilakukan karena adanya ketidakpastian dari kondisi ekonomi global serta industri ponsel pintar.
Dalam laporan GSM Arena, Jumat (12/5), Zeku sebelumnya sudah menetaskan beberapa chip termasuk seri MariSilicon.
Adapun chip MariSilicon yang dimaksud seperti chip MariSilicon X ISP dan MariSilicon Y.
Oppo terbilang cepat mengambil keputusan penutupan anak usahanya tersebut mengingat bisnis pembuatan chip itu baru mulai dilakukan pada 2019.
Awalnya perusahaan itu disiapkan untuk mengembangkan co-prosesor internal, ISP, modem, manajemen daya, dan chip audio.
Diperkirakan Oppo telah menginvestasikan lebih dari 1,4 miliar dolar AS (setara Rp20,7 triliun) dalam bisnis pengembangan chipsetnya itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Pemkot Magelang mendorong transformasi layanan kesehatan yang inklusif melalui penguatan pencegahan, homecare, layanan primer, dan teknologi digital.
Daop 6 Jogja mencatat 38.266 penumpang menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, dengan Stasiun Jogja jadi pusat mobilitas.
Bansos BPNT dan PKH Agustus 2026 tidak diterima? Simak penyebab nama tidak masuk DTKS dan faktor yang membuat usulan ditolak.
KPK mengungkap pernah melakukan sosialisasi antikorupsi di Unsoed sebelum OTT Rektor Akhmad Sodiq dan Wakil Rektor Norman Arie Prayogo.
Pansus DPRD DIY menilai pencegahan bunuh diri perlu menyasar warga yang menghadapi penyakit berkepanjangan dan tekanan ekonomi.