Advertisement
Pengelola Danau di China Gunakan AI untuk Mengidentifikasi Spesies Burung

Advertisement
Harianjogja.com, NANCHANG—Pengelola Danau Poyang, danau air tawar terbesar di China, meluncurkan sebuah platform pengelolaan pintar yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan konservasi burung.
"Dengan bantuan teknologi AI, kami dapat langsung mengidentifikasi spesies burung serta menghitung secara akurat kepadatan dan kuantitas kawanan burung," kata Sun Yue, yang bekerja di Administrasi Cagar Alam Nasional Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China timur, Rabu (22/11/2023).
Advertisement
Melalui analisis data, cagar alam tersebut dapat mengalokasikan personel patroli secara efisien dan meluncurkan intervensi tepat waktu dalam merespons berbagai anomali seperti kekurangan makanan, kata Sun.
BACA JUGA: Israel Sepakat Gencatan Senjata, Namun Tetap Bombardir Gaza
Saat ini terdapat 30 kamera pengintai di sepanjang cagar alam Danau Poyang. Pada akhir Februari, Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China merilis rencana aksi untuk periode 2021-2035, yang menetapkan 1.140 area, termasuk Danau Poyang, sebagai lokasi utama untuk beristirahat, berkembang biak, dan menghabiskan musim dingin bagi burung migran.
Setiap tahun, ratusan ribu burung migran seperti burung bangau, bangau oriental, dan angsa kecil datang ke danau tersebut, dan jumlahnya dapat mencapai sekitar 800.000 pada periode puncak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sejak Lebaran, Hampir 50 Ribu Wisatawan Kunjungi Destinasi Wisata di Gunungkidul
- Belum Ada Peningkatan Pergerakan Arus Balik di Bantul, Dishub: Lebih Banyak Mengunjungi Objek Wisata
- Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
- Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi
- Jaringan Omah Jaga Warga di Gunungkidul Akan Terus Diperluas
Advertisement
Advertisement