Advertisement

Pengelola Danau di China Gunakan AI untuk Mengidentifikasi Spesies Burung

Newswire
Rabu, 22 November 2023 - 20:17 WIB
Maya Herawati
Pengelola Danau di China Gunakan AI untuk Mengidentifikasi Spesies Burung Burung godwits ekor hitam terbang di atas kawasan konservasi burung bangau putih di tepi Danau Poyang di Nanchang, Provinsi Jiangxi, China timur, 10 Maret 2023. Antara/Xinhua - Zhou Mi

Advertisement

Harianjogja.com, NANCHANG—Pengelola Danau Poyang, danau air tawar terbesar di China, meluncurkan sebuah platform pengelolaan pintar yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan konservasi burung.

"Dengan bantuan teknologi AI, kami dapat langsung mengidentifikasi spesies burung serta menghitung secara akurat kepadatan dan kuantitas kawanan burung," kata Sun Yue, yang bekerja di Administrasi Cagar Alam Nasional Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China timur, Rabu (22/11/2023).

Advertisement

Melalui analisis data, cagar alam tersebut dapat mengalokasikan personel patroli secara efisien dan meluncurkan intervensi tepat waktu dalam merespons berbagai anomali seperti kekurangan makanan, kata Sun.

BACA JUGA: Israel Sepakat Gencatan Senjata, Namun Tetap Bombardir Gaza

Saat ini terdapat 30 kamera pengintai di sepanjang cagar alam Danau Poyang. Pada akhir Februari, Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China merilis rencana aksi untuk periode 2021-2035, yang menetapkan 1.140 area, termasuk Danau Poyang, sebagai lokasi utama untuk beristirahat, berkembang biak, dan menghabiskan musim dingin bagi burung migran.

Setiap tahun, ratusan ribu burung migran seperti burung bangau, bangau oriental, dan angsa kecil datang ke danau tersebut, dan jumlahnya dapat mencapai sekitar 800.000 pada periode puncak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemudahan Keimigrasian bagi Jemaah Calon Haji Segera Hadir di Solo dan Surabaya

News
| Rabu, 28 Februari 2024, 22:17 WIB

Advertisement

alt

Melihat Kemeriahan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk

Wisata
| Sabtu, 24 Februari 2024, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement