Di Malaysia, Akun dengan 8 Juta Pengikut Wajib Punya Izin

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari Minggu, 28 Juli 2024 13:37 WIB
Di Malaysia, Akun dengan 8 Juta Pengikut Wajib Punya Izin

Ilustrasi Media Sosial - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Malaysia akan mewajibkan layanan media sosial untuk mengajukan izin jika mereka memiliki lebih dari 8 juta pengguna di negara tersebut mulai 1 Agustus. Kebijakan ini dilakukan dalam upaya memerangi meningkatnya pelanggaran dunia maya, kata pemerintah.

Dilansir dari Reuters, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia mengatakan bahwa izin tersebut sejalan dengan keputusan kabinet bahwa media sosial dan layanan pesan internet mematuhi undang-undang Malaysia yang bertujuan memerangi penipuan, penindasan maya, dan kejahatan seksual.

BACA JUGA : BEDAH BUKU: UMKM di Pleret Diajari Optimalkan Medsos untuk Naikkan Omzet Penjualan

Jika layanan media sosial gagal mengajukan izin pada 1 Januari 2025 maka tindakan hukum akan diambil terhadap mereka, kata komisi tersebut. Pekan lalu, Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan regulator telah mengeluarkan arahan kepada perusahaan media sosial untuk memberikan masukan mengenai kekhawatiran pemerintah mengenai kejahatan dunia maya dan konten berbahaya yang ditemukan di platform mereka.

Malaysia melaporkan peningkatan tajam konten media sosial berbahaya awal tahun ini dan mendesak perusahaan media sosial, termasuk induk Facebook Meta META.O dan platform video pendek TikTok 8645.HK untuk meningkatkan pemantauan pada platform mereka.

BACA JUGA : Truk Ugal-Ugalan di JJLS Bantul yang Viral di Medsos Ditilang Polisi

Saat ini, regulator komunikasi dapat melaporkan konten yang melanggar hukum setempat kepada perusahaan media sosial, namun platform tersebutlah yang memutuskan untuk menghapus konten tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online