BBM Cepat Habis Saat Macet? Kebiasaan Eco-Driving Ini Bisa Dicoba
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
ilustrasi./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan 2 fitur Artificial intelligence (AI) adalah kecerdasan buatan untuk pengguna yang berbasis Android. Dua fitur tersebut diprediksi adalah penulisan ulang teks (rewrite) dan fitur obrolan langsung dua arah dengan AI.
Dilansir dari Android Authority, Senin (24/3/2025), fitur Rewrite didukung oleh AI. Di mana fitur itu mulai terlihat dari rangkaian kode WhatsApp untuk Android versi 2.25.8.5. Nantinya, fitur AI Rewrite akan ditandai dengan ikon pensil tepat di atas tombol kirim. Tombol tersebut juga hanya akan muncul setelah pengguna mengetik sesuatu di kotak teks baik dalam obrolan maupun grup. Di sana, opsi penulisan ulang dijalankan.
Sementara WABetaInfo mengungkapkan, ke depan WhatsApp untuk pengguna Android dapat berinteraksi dengan chatbot untuk melakukan percakapan. Percakapan iti tidak hanya berbasis teks, tapi pertanyaan, informasi, membuat gambar, dan perintah dalam bentuk pesan suara.
Sementara, Gadgets 360 mengaku telah menemukan antarmuka baru mirip panggilan untuk Meta AI dalam pembaruan WhatsApp beta terbaru untuk Android 2.25.8.7. Namun, karena masih dalam tahap pengembangan, penguji beta tidak akan dapat menggunakannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 9 cara menghemat BBM saat berkendara di tengah kemacetan dengan eco-driving, mulai dari menjaga kecepatan hingga mengurangi idling.
Kemenhub mencatat bus terlibat 21.269 kecelakaan sepanjang 2025. Pemerintah mendorong penerapan SMK PAU untuk memperkuat keselamatan.
Menpar Widiyanti kenalkan potensi wisata yacht Indonesia kepada investor asing, dari Raja Ampat hingga pasar yacht yang ditargetkan tumbuh.
HPP gula petani tak berubah sejak 2024. APTRI mengusulkan Rp15.500/kg, tetapi keputusan pemerintah belum terbit saat musim giling 2026 berakhir.
KPK mendalami aktivitas Sirajudin Lasena di Jakarta sebelum OTT, termasuk komunikasi dengan pihak swasta dan temuan uang Rp130 juta.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.