Advertisement
KTT Global Kecerdasan Buatan Digelar di Afrika, Ini yang Dibahas

Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Konferensi Tingkat Tinggi Global tentang kecerdasan buatan (AI) di Afrika digelar di ibu kota Rwanda, Kigali, pada 3-4 April 2025.
Para tokoh terkemuka dari benua Afrika, termasuk Presiden Togo Faure Essozimna Gnassingbé, Ketua Komisi Uni Afrika (AU) Mahmoud Ali Youssouf, serta Musalia Mudavadi, Sekretaris Kabinet Utama Kenya disambut oleh Presiden Rwanda Paul Kagame.
Advertisement
BACA JUGA: Dipasarkan Lebih Awal di Korea Selatan, Samsung Umumkan Dua Tipe Galaxy Tab S10 FE Series
Dalam sambutannya, Kagame menyatakan bahwa kecerdasan buatan saat ini mendorong berbagai inovasi paling revolusioner di era modern. Namun, ia menyayangkan bahwa perkembangan teknologi tersebut justru dibayangi oleh persaingan geopolitik.
Menyoroti bahwa pengembangan teknologi masih terkonsentrasi di beberapa negara saja, Kagame menegaskan bahwa Afrika tidak boleh kembali tertinggal dan hanya menjadi pengejar ketertinggalan.
“Afrika tidak mampu lagi tertinggal. Kita harus menyesuaikan diri, bekerja sama, bersaing, dan terintegrasi. Itu semua demi kepentingan terbaik kita,” ujarnya dikutip Sabtu (5/4/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uni Afrika, Smart Africa, dan International Telecommunication Union (ITU) atas pembentukan Dewan AI Afrika.
BACA JUGA: Kaum Fomo, Ini Step by Step Cara Ubah Foto ke Ghibli
Menurut Kagame, Afrika sebenarnya telah memiliki ilmuwan data, insinyur, serta pakar keamanan siber, dan ke depan, masyarakat Afrika akan menjadi ujung tombak pertumbuhan tenaga kerja global.
Kendati ia mengakui masih banyak ketidakpastian seputar AI, terutama terkait privasi dan keamanan, Kagame menekankan bahwa teknologi harus menjadi “kekuatan untuk kebaikan,” dan kita memiliki tanggung jawab untuk menggunakannya secara bijak.
“Saya yakin kita bisa bekerja sama untuk mewujudkan hal ini,” kata Kagame optimistis.
Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat bagi dunia melalui kolaborasi, tanpa harus mengorbankan nilai-nilai politik, diplomasi, atau kerja sama antarnegara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Nasib 1.126 Buruh PT Yihong Novatex Indonesia yang Kena PHK Massal Terkatung-katung
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Lebaran H+5, Volume Kendaraan Arus Balik di DIY Mulai Berkurang
- Berangkat dari Terminal Giwangan, Ratusan Warga Ikut Program Balik Lebaran Gratis
- Parkir Alternatif di Amongrogo dan Mandala Krida Tak Diminati, Kendaraan Wisatawan Padat di Malioboro
- Menhub Lepas Ratusan Pemudik dari Jogja yang Balik ke Jabodetabek
- Mengantisipasi Kebijakan Tarif Resiprokal Donald Trump, Wali Kota Jogja Lakukan Ini
Advertisement
Advertisement