Rupiah Melemah ke Rp17.800, DPR Tegaskan Bukan Krisis 1998
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tampilan ponsel Samsung Galaxy S26 Ultra. (ANTARA/Farhan Arda Nugraha)
Harianjogja.com, JAKARTA—Samsung Electronics mengonfirmasi bahwa seluruh lini Galaxy S26, yang mencakup Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra, telah mendukung fitur komunikasi berbasis satelit.
Dukungan tersebut memungkinkan pengguna tetap mengakses layanan pesan dan data melalui satelit ketika jaringan seluler konvensional tidak tersedia, terutama dalam kondisi darurat atau di wilayah minim sinyal.
Mengutip laporan GSM Arena, Sabtu (28/2/2026), Samsung sebenarnya telah menghadirkan fitur komunikasi satelit pada sejumlah ponsel Galaxy sebelumnya. Namun, fitur ini tidak disorot secara khusus saat peluncuran resmi seri Galaxy S26.
Samsung menegaskan, perluasan dukungan komunikasi satelit ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan aspek keselamatan pengguna sekaligus menghadirkan pengalaman konektivitas yang lebih andal.
“Seiring konektivitas satelit menjadi bagian penting dari lanskap seluler, kami berkomitmen memastikan pengguna Galaxy memiliki akses komunikasi yang andal, terutama saat mereka paling membutuhkannya,” ujar Presiden sekaligus Chief Operating Officer dan Head of R&D Office Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, Won-Joon Choi.
Untuk merealisasikan layanan tersebut, Samsung bekerja sama dengan sejumlah operator telekomunikasi di berbagai kawasan. Di Amerika Serikat, perusahaan bermitra dengan Verizon untuk menghadirkan layanan eSOS dan pesan teks pada perangkat Galaxy setelah seri S25. Samsung juga menggandeng AT&T dalam penyediaan dukungan komunikasi satelit.
Selain itu, beberapa model Galaxy andalan dan seri Galaxy A setelah Galaxy S21 telah mendukung layanan T911, pesan teks, serta data melalui jaringan T-Mobile.
Di Eropa, Samsung bekerja sama dengan Virgin Media O2, serta menjalin kemitraan dengan Vodafone. Uji coba layanan serupa juga akan dilakukan bersama MasOrange di Spanyol mulai Maret mendatang.
Sementara di Jepang, Samsung telah bermitra dengan KDDI sejak tahun lalu untuk menghadirkan layanan pesan dan data satelit, termasuk sistem peringatan gempa dan tsunami. Kerja sama tersebut turut melibatkan SoftBank, NTT Docomo, dan Rakuten Mobile.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.