iPhone Air 2 Bocor, Bawa Chip 2nm dan Kamera Ultrawide 48 MP
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Selat Hormuz Iran. - ist
Harianjogja.com, JOGJA–Enam akun di platform prediksi berbasis blockchain Polymarket dilaporkan meraup hampir Rp27 miliar dari taruhan yang tepat soal serangan AS ke Iran sebelum peristiwa itu terjadi, memicu kecurigaan praktik insider trading.
Perusahaan analisis blockchain Bubblemaps SA mengidentifikasi pola mencurigakan tersebut. Keenam akun yang dimaksud semuanya dibuat pada Februari 2026 dan tampaknya hanya aktif memasang taruhan pada kontrak “AS akan menyerang Iran sebelum 28 Februari.” Beberapa akun memasang taruhan hanya beberapa jam sebelum ledakan pertama dilaporkan di Teheran, kemudian mencairkan hasilnya setelah kontrak selesai dengan nilai penuh.
Satu akun dengan nama pengguna “Magamyman” menarik perhatian karena membeli taruhan senilai besar kurang dari dua jam sebelum berita serangan muncul dan dilaporkan meraih keuntungan ratusan ribu dolar hanya dari satu kontrak saja.
Polymarket dan Kontroversi Sejenis
Kasus ini bukan pertama kalinya Polymarket menghadapi tuduhan praktik tak etis. Volume perdagangan kontrak terkait konflik AS–Iran di platform itu mencapai rekor sekitar US$529 juta–menjadikannya salah satu pasar geopolitik terbesar di sana. Aktivitas taruhan yang tiba-tiba melonjak dan waktu penempatan yang sangat tepat sebelum berita perang memunculkan kekhawatiran tentang kemungkinan informasi non-publik dimanfaatkan beberapa pengguna.
Reaksi dan Kritik
Temuan soal laba besar dari akun baru ini memicu reaksi keras, terutama di lingkungan legislatif Amerika Serikat. Beberapa anggota Kongres menyerukan perlunya aturan baru untuk mencegah praktik semacam ini, dengan Senator Chris Murphy menggambarkan situasinya sebagai “menggila jika ini legal” dan menyatakan akan mengajukan RUU yang melarang penggunaan pasar prediksi untuk meraup untung dari peristiwa militer. Anggota Kongres lainnya juga menyoroti keterkaitan figur publik tertentu dengan Polymarket, memperkuat tuntutan akan transparansi dan pengawasan lebih ketat.
Celah Regulasi dan Tantangan Pengawasan
Polymarket beroperasi secara sebagian besar di luar yurisdiksi Amerika Serikat dan tidak berada di bawah pengawasan langsung Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Karena itu, praktik seperti ini saat ini tidak secara langsung diatur oleh hukum AS, meskipun regulator telah menunjukkan kekhawatiran tentang kemungkinan perdagangan berdasarkan informasi orang dalam pada kontrak peristiwa.
Kasus ini kembali menyoroti celah hukum dan tantangan etika yang dihadapi pasar prediksi berbasis blockchain, terutama ketika melibatkan peristiwa geopolitik sensitif seperti konflik militer. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polymarket belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan insider trading tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Bea Cukai Madura menggagalkan pengiriman rokok ilegal ke Timor Leste dan menyita 21 juta batang rokok ilegal sepanjang Januari-Juni 2026.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di SCH, MPP, Satpas, dan SIMMADE beserta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026, lokasi layanan di Alun-Alun Kidul, MPP, Satpas, syarat perpanjangan SIM, serta biaya terbaru.
Kemenhub mengerahkan kapal patroli KPLP untuk mempercepat evakuasi KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di Laut Jawa.
Rencana pendirian 10 kampus Universitas Republik Indonesia dinilai perlu kajian akademik, dasar hukum yang jelas, dan perhitungan anggaran yang matang.