Advertisement

Waspada Penipuan Digital Jelang THR, Ini Dua Modus yang Sering Terjadi

Newswire
Minggu, 08 Maret 2026 - 13:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Waspada Penipuan Digital Jelang THR, Ini Dua Modus yang Sering Terjadi Ilustrasi penipuan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA— Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan digital.

Perusahaan penyedia identitas digital VIDA mencatat lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat periode pencairan THR.

Advertisement

Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan momentum tersebut sering dimanfaatkan pelaku karena aktivitas transaksi masyarakat meningkat.

“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis,” kata Niki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, pelaku memanfaatkan celah keamanan, rendahnya literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk menjalankan aksinya.

Dua Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Niki menyebut setidaknya ada dua modus penipuan digital yang sering muncul menjelang momen THR.

1. Phishing atau Smishing

Modus pertama adalah Phishing atau Smishing.

Metode ini dilakukan dengan mengirim pesan berisi tautan yang memancing korban untuk memasukkan data pribadi seperti:

Username

Password

Kode verifikasi atau One-Time Password (OTP)

Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi, misalnya perusahaan logistik atau menawarkan promo Ramadan palsu.

Modus ini juga berkembang melalui teknik Fake BTS, yang memungkinkan pesan penipuan terkirim secara massal dan terlihat seperti berasal dari institusi resmi.

2. Malware Berkedok Aplikasi

Modus kedua adalah Malware yang biasanya dikirim dalam bentuk file APK.

Pelaku akan mengirim dokumen yang tampak penting, misalnya:

Status pengiriman paket

Undangan pernikahan

Dokumen administrasi tertentu

Jika korban mengunduh file tersebut, aplikasi berbahaya dapat terpasang otomatis di perangkat dan memungkinkan pelaku memantau gawai dari jarak jauh.

Dalam kondisi tersebut, pelaku bisa mengakses berbagai informasi sensitif, termasuk password dan data pribadi yang tersimpan di perangkat.

Jangan Hanya Mengandalkan Password

Menurut Niki, kedua modus tersebut memiliki pola yang sama, yakni berupaya memperoleh akses terhadap kredensial pengguna.

Karena itu, hanya mengandalkan password tidak lagi cukup untuk melindungi keamanan digital.

Ia menekankan pentingnya melindungi dua aspek utama, yaitu:

Perangkat digital seperti ponsel, tablet, atau laptop

Identitas biometrik yang kini menjadi kunci akses ke berbagai layanan penting, termasuk layanan keuangan

VIDA juga mendorong kampanye literasi digital #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati saat menerima pesan digital.

Masyarakat diimbau tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi agar terhindar dari penipuan digital menjelang pencairan THR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

DEN Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026

DEN Pastikan Stok BBM Nasional Aman Jelang Idulfitri 2026

News
| Minggu, 08 Maret 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement