Mobil 4x4 Bekas Rp50 Jutaan, Ada Taft hingga Suzuki Jimny
Mobil 4x4 bekas mulai Rp50 jutaan masih tersedia. Simak pilihan Taft, Vitara, Jimny serta tips memeriksa mobil off-road sebelum membeli.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Terobosan baru dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) datang dari Australia. Para peneliti mengembangkan chip nanofotonik yang memanfaatkan cahaya untuk melakukan proses komputasi berkecepatan sangat tinggi sekaligus lebih hemat energi.
Teknologi ini diyakini mampu menjadi solusi terhadap tingginya konsumsi listrik pada pusat data AI di seluruh dunia yang terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Laporan Xinhua menyebutkan bahwa prototipe chip tersebut saat ini dikembangkan di Sydney Nano Hub, Universitas Sydney. Berbeda dengan chip komputer konvensional yang menggunakan elektron dan arus listrik, teknologi baru ini memanfaatkan foton atau partikel cahaya sebagai medium utama pemrosesan data.
Komputasi Super Cepat dan Hemat Energi
Penelitian mengenai teknologi ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature Communications. Studi tersebut menjelaskan bahwa chip nanofotonik berpotensi menjadi fondasi bagi pengembangan perangkat keras AI yang jauh lebih efisien dari sisi konsumsi energi.
Pada chip ini, proses komputasi dilakukan menggunakan cahaya yang dapat merambat tanpa mengalami resistansi listrik seperti yang terjadi pada aliran elektron dalam chip konvensional.
Prototipe tersebut mampu melakukan perhitungan dalam skala waktu pikodetik, atau sepertriliun detik. Waktu ini setara dengan durasi yang dibutuhkan cahaya untuk melintasi nanostruktur di dalam chip tersebut.
Meniru Cara Kerja Otak Manusia
Para peneliti menjelaskan bahwa rangkaian nanostruktur dalam chip dirancang untuk membentuk jaringan saraf buatan yang meniru cara kerja neuron pada otak manusia.
Struktur tersebut memungkinkan chip melakukan proses pengenalan pola dan perhitungan kompleks yang menjadi dasar dari teknologi kecerdasan buatan modern.
Dengan memanfaatkan cahaya sebagai media komputasi, teknologi ini mampu memproses informasi jauh lebih cepat dibandingkan chip berbasis listrik yang digunakan saat ini.
Potensi Kurangi Konsumsi Energi Pusat Data
Inovasi chip nanofotonik ini dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan sistem AI yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Saat ini, pusat data AI global membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk menjalankan model komputasi yang semakin kompleks. Kehadiran chip berbasis foton berpotensi mengurangi beban konsumsi listrik sekaligus meningkatkan kecepatan pemrosesan data dalam sistem kecerdasan buatan.
Jika teknologi ini berhasil dikembangkan secara komersial, chip nanofotonik dapat menjadi generasi baru perangkat keras AI yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil 4x4 bekas mulai Rp50 jutaan masih tersedia. Simak pilihan Taft, Vitara, Jimny serta tips memeriksa mobil off-road sebelum membeli.
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).