Advertisement
Oracle PHK Ribuan Karyawan, AI Disebut Gantikan Banyak Pekerjaan
Foto ilutrasi artificial intelligence. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Perusahaan teknologi Oracle Corporation dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan serta membekukan proses perekrutan baru. Langkah ini terutama terjadi di divisi layanan cloud perusahaan.
Kebijakan tersebut diambil karena teknologi Artificial Intelligence (AI) dinilai semakin efisien dalam menggantikan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.
Advertisement
Informasi mengenai PHK dan pembekuan rekrutmen ini pertama kali dilaporkan oleh media bisnis dan teknologi Bloomberg.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Oracle mulai mengurangi jumlah karyawan dan menunda perekrutan baru karena beberapa tugas telah dapat dijalankan secara otomatis menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
BACA JUGA
Strategi Tekan Biaya dan Investasi AI
Langkah restrukturisasi ini juga berkaitan dengan upaya perusahaan menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan arus kas bebas (free cash flow) untuk mendukung investasi besar di bidang AI.
Pada kuartal terakhir, arus kas bebas Oracle tercatat minus sekitar 24,7 miliar dolar AS. Sejumlah analis memperkirakan kondisi arus kas negatif ini berpotensi berlangsung hingga sekitar tahun 2030.
Dalam pernyataan terkait laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026, Oracle mengakui bahwa pengurangan tenaga kerja sebagian dipicu oleh meningkatnya kemampuan AI dalam menghasilkan kode perangkat lunak.
“Model AI untuk menghasilkan kode komputer kini telah menjadi sangat efisien, sehingga kami merestrukturisasi tim pengembangan produk menjadi kelompok yang lebih kecil, lebih lincah, dan lebih produktif,” tulis Oracle yang dikutip dari Gizmodo.
“Teknologi baru AI Code Generation ini memungkinkan kami membangun lebih banyak perangkat lunak dalam waktu yang lebih singkat dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit,” lanjut pernyataan tersebut.
Pendapatan Tetap Tumbuh
Di tengah langkah restrukturisasi dan tekanan arus kas, kinerja bisnis Oracle justru masih mencatatkan pertumbuhan.
Dalam laporan kinerja kuartal ketiga tahun fiskal 2026 (Q3 FY26) yang dirilis Selasa (10/3/2026), Oracle melaporkan pendapatan kuartalan sebesar 17,2 miliar dolar AS.
Angka tersebut meningkat sekitar 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi analis pasar.
Pertumbuhan terbesar datang dari bisnis cloud. Pendapatan layanan cloud Oracle tercatat mencapai 8,9 miliar dolar AS, naik 44 persen secara tahunan.
Segmen cloud infrastructure atau IaaS (Infrastructure as a Service) mencatat lonjakan tertinggi dengan pendapatan 4,9 miliar dolar AS, meningkat hingga 84 persen.
Investasi Besar Infrastruktur AI
Meski melakukan PHK, Oracle justru meningkatkan investasi besar untuk memperkuat infrastruktur teknologi kecerdasan buatan, terutama pembangunan pusat data.
Perusahaan menargetkan belanja modal sekitar 50 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Investasi tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan komputasi cloud yang terus meningkat, terutama untuk kebutuhan pelatihan dan operasional model AI yang berkembang pesat di berbagai industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bapanas: Stok Beras 47,1 Juta Ton di 2026, Indonesia Diklaim Surplus
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Progres 80 Persen, 10 Gerai KDMP Gunungkidul Rampung Akhir Maret
- Sektor Pertanian Bantul Aman dari Cuaca Ekstrem, Panen Raya Tiba
- Tol Prambanan-Purwomartani Beroperasi Fungsional Mulai 16 Maret
- Ledakan Diduga Obat Petasan Lukai Tiga Warga di Suryodiningratan Jogja
- Pergerakan Tanah Bantul Picu Kekhawatiran di Kawasan Perumahan
Advertisement
Advertisement







