Operasi Bawah Laut KM Virgo, Basarnas Turunkan 12 Penyelam Terbaik
Basarnas menyiapkan 12 penyelam terbaik untuk operasi bawah laut mencari korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedelapan.
Jaringan Internet 5G - ilustrasi/Freepik
Harianjogjacom, JAKARTA—Raksasa teknologi telekomunikasi Ericsson resmi memperkenalkan perangkat radio dan perangkat lunak Radio Access Network (RAN) terbaru yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu operator seluler di Indonesia dalam membangun infrastruktur 5G yang tidak hanya berperforma tinggi, tetapi juga adaptif dan lebih hemat konsumsi energi.
Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menekankan bahwa di tengah persaingan teknologi saat ini, kecerdasan sistem dan aspek keberlanjutan menjadi kunci utama pengembangan jaringan di tanah air.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan operator untuk mengoptimalkan investasi infrastruktur jangka panjang melalui sistem yang mampu bekerja secara otomatis dan efisien.
“Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang,” kata Wahby dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Portofolio terbaru ini mencakup sepuluh perangkat radio berkemampuan AI, pembaruan fitur perangkat lunak, serta lima antena berperforma tinggi. Rangkaian teknologi tersebut memungkinkan pengelolaan spektrum frekuensi yang lebih maksimal serta penguatan performa uplink yang sangat krusial untuk kestabilan koneksi data di era digital saat ini.
Melalui integrasi AI, jaringan kini dapat mengelola sumber daya dan lalu lintas data secara dinamis dan real-time. Beberapa fitur unggulan seperti beamforming cerdas serta prediksi cakupan jaringan memungkinkan alokasi kapasitas dilakukan secara presisi sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
Bagi masyarakat umum, kehadiran teknologi ini menjanjikan kualitas koneksi yang jauh lebih stabil untuk aktivitas digital yang menuntut kecepatan tinggi, seperti streaming video dan gim seluler. Konektivitas yang andal ini diharapkan dapat menghilangkan gangguan latensi yang selama ini menjadi tantangan dalam penggunaan aplikasi berbasis AI di perangkat ponsel.
Wahby menambahkan bahwa kebutuhan akan infrastruktur yang dapat berpikir dan beradaptasi sudah menjadi keharusan seiring dengan meningkatnya kompleksitas penggunaan data.
“Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dan semakin kompleksnya berbagai use case, operator membutuhkan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time. Dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat radio, antena, dan software, kami memungkinkan jaringan yang dapat memanfaatkan spektrum secara lebih efisien, meningkatkan kinerja uplink, serta pada akhirnya menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menyiapkan 12 penyelam terbaik untuk operasi bawah laut mencari korban KM Virgo Transport 8 pada hari kedelapan.
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Veda Ega Pratama melesat dari P19 ke P4 di Moto3 Austria 2026 sebelum terkena double Long Lap Penalty dan finis P13.
NTP nasional mencapai rekor 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05% dari Juli. Pemerintah juga menekan biaya pupuk dan menjamin harga gabah.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.