Advertisement
Proyek Mobil Listrik Sony-Honda Terancam Gagal
Ilustrasi mobil listrik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Usaha patungan Sony Honda Mobility (SHM) menghadapi ketidakpastian serius setelah proyek mobil listrik Afeela terancam dihentikan. Keputusan ini muncul seiring perubahan strategi besar di tubuh Honda yang membatalkan sejumlah proyek kendaraan listrik.
Dilaporkan TechCrunch, pembatalan tersebut diperkirakan menimbulkan potensi kerugian hingga 16 miliar dolar AS atau sekitar Rp270 triliun.
Advertisement
Salah satu faktor utama di balik langkah ini adalah kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Aturan tersebut mengubah drastis struktur biaya produksi dan penjualan mobil listrik di pasar AS.
Di sisi lain, persaingan dari produsen kendaraan listrik asal China yang menawarkan harga lebih kompetitif juga semakin menekan posisi pemain global. Dampaknya, proyek seperti Afeela menjadi sulit bersaing secara harga.
BACA JUGA
Nasib Afeela Kian Tidak Jelas
Sebelumnya, SHM sempat menyatakan akan tetap memanfaatkan teknologi dan aset milik Honda untuk mengembangkan sedan dan SUV Afeela. Namun perubahan strategi membuat pengembangan kendaraan tersebut tidak lagi memungkinkan.
Model sedan Afeela 1 awalnya direncanakan meluncur pada akhir 2026 dengan harga sekitar 90.000 dolar AS atau Rp1,5 miliar.
Kini, masa depan model tersebut masih belum jelas, termasuk nasib ratusan karyawan yang terlibat dalam proyek di Tokyo dan California.
Ambisi Sony di industri otomotif sebenarnya sudah muncul sejak ajang Consumer Electronics Show 2020. Saat itu, perusahaan memperkenalkan konsep mobil listrik bernama Vision-S yang langsung mencuri perhatian dunia.
Mobil konsep tersebut menampilkan teknologi canggih seperti layar penuh di dashboard, sistem audio 360 derajat, hingga puluhan sensor pintar di sekeliling kendaraan. Awalnya, proyek ini lebih dilihat sebagai demonstrasi teknologi, bukan produk komersial.
Pada 2022, Sony resmi menggandeng Honda untuk mengembangkan kendaraan listrik secara serius. Setahun kemudian, merek Afeela diperkenalkan sebagai simbol kolaborasi dua raksasa industri Jepang.
Namun perubahan lanskap industri kendaraan listrik di AS membuat rencana tersebut goyah. Kebijakan tarif, perubahan insentif EV, hingga tekanan harga dari kompetitor global menjadi kombinasi tantangan yang sulit diatasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur 26 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
Advertisement
Advertisement







