Advertisement

Gemini Bisa Bikin Gambar dari Foto Pribadi, Begini Caranya

Jumali
Jum'at, 17 April 2026 - 20:37 WIB
Jumali
Gemini Bisa Bikin Gambar dari Foto Pribadi, Begini Caranya AI Gemini milik Google. - ist - Google

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Membuat gambar AI kini semakin personal. Google menghadirkan fitur baru di Gemini yang memungkinkan pengguna menciptakan desain hanya dari perintah singkat dengan memanfaatkan foto pribadi.

Fitur ini membuka cara baru berkreasi tanpa perlu menulis prompt panjang, sekaligus memanfaatkan koleksi foto yang sudah tersimpan.

Advertisement

GSM Arena melaporkan fitur terbaru ini memungkinkan pengguna membuat gambar yang sangat personal dengan memanfaatkan integrasi langsung dengan Google Photos.

Dengan teknologi ini, pengguna tidak lagi harus menulis perintah panjang dan rumit. Instruksi sederhana seperti “desain rumah impian saya” sudah cukup untuk menghasilkan gambar yang sesuai preferensi pribadi.

Kunci dari fitur ini terletak pada penggunaan model AI terbaru bernama Nano Banana 2 yang dikombinasikan dengan sistem Personal Intelligence. Teknologi ini mampu memahami kebiasaan visual pengguna dari foto yang tersimpan, lalu menerjemahkannya menjadi gambar yang detail dan relevan.

Misalnya, jika pengguna sering menyimpan foto pantai, sistem secara otomatis dapat menambahkan elemen laut atau suasana tropis ke dalam desain yang dihasilkan. Hal ini membuat hasil gambar terasa lebih dekat dengan selera pengguna tanpa perlu menjelaskan secara rinci.

Kemampuan lain yang cukup menarik adalah pengenalan wajah dari foto yang sudah ditandai. Pengguna dapat membuat ilustrasi bersama keluarga atau orang terdekat hanya dengan perintah sederhana, tanpa harus mengunggah ulang gambar referensi.

Fitur ini memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin membuat konten personal, mulai dari ilustrasi keluarga hingga konsep visual kreatif untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, Google mengakui teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan. Hasil yang diberikan mungkin belum selalu sempurna, namun pengguna dapat melakukan koreksi melalui fitur “Sources” yang menampilkan referensi data yang digunakan.

Melalui fitur ini, pengguna juga bisa menambahkan referensi baru atau memperbaiki hasil agar lebih sesuai dengan keinginan. Sistem akan terus belajar dari interaksi tersebut sehingga semakin akurat seiring waktu.

Terkait privasi, Google menegaskan bahwa foto pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI secara global. Data yang diproses terbatas pada kebutuhan personalisasi dan dapat dikontrol langsung oleh pengguna melalui pengaturan akses.

Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap, dimulai dari pengguna paket Google AI Plus, Pro, dan Ultra di Amerika Serikat. Selanjutnya, akses akan diperluas ke berbagai platform termasuk browser Chrome dan berpotensi hadir di Indonesia dalam waktu dekat.

Dengan inovasi ini, proses membuat desain tidak lagi bergantung pada keahlian teknis. Siapa pun kini dapat menghasilkan visual berkualitas hanya dari ide sederhana, sekaligus memanfaatkan koleksi foto pribadi sebagai sumber inspirasi tanpa batas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Harta Rp4,17 M Disorot Saat Ketua Ombudsman Jadi Tersangka

Harta Rp4,17 M Disorot Saat Ketua Ombudsman Jadi Tersangka

News
| Jum'at, 17 April 2026, 19:37 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement