FIFA Panen Kritik, Presiden LaLiga: Infantino Harus Mundur
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Membuat gambar AI kini semakin personal. Google menghadirkan fitur baru di Gemini yang memungkinkan pengguna menciptakan desain hanya dari perintah singkat dengan memanfaatkan foto pribadi.
Fitur ini membuka cara baru berkreasi tanpa perlu menulis prompt panjang, sekaligus memanfaatkan koleksi foto yang sudah tersimpan.
GSM Arena melaporkan fitur terbaru ini memungkinkan pengguna membuat gambar yang sangat personal dengan memanfaatkan integrasi langsung dengan Google Photos.
Dengan teknologi ini, pengguna tidak lagi harus menulis perintah panjang dan rumit. Instruksi sederhana seperti “desain rumah impian saya” sudah cukup untuk menghasilkan gambar yang sesuai preferensi pribadi.
Kunci dari fitur ini terletak pada penggunaan model AI terbaru bernama Nano Banana 2 yang dikombinasikan dengan sistem Personal Intelligence. Teknologi ini mampu memahami kebiasaan visual pengguna dari foto yang tersimpan, lalu menerjemahkannya menjadi gambar yang detail dan relevan.
Misalnya, jika pengguna sering menyimpan foto pantai, sistem secara otomatis dapat menambahkan elemen laut atau suasana tropis ke dalam desain yang dihasilkan. Hal ini membuat hasil gambar terasa lebih dekat dengan selera pengguna tanpa perlu menjelaskan secara rinci.
Kemampuan lain yang cukup menarik adalah pengenalan wajah dari foto yang sudah ditandai. Pengguna dapat membuat ilustrasi bersama keluarga atau orang terdekat hanya dengan perintah sederhana, tanpa harus mengunggah ulang gambar referensi.
Fitur ini memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin membuat konten personal, mulai dari ilustrasi keluarga hingga konsep visual kreatif untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, Google mengakui teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan. Hasil yang diberikan mungkin belum selalu sempurna, namun pengguna dapat melakukan koreksi melalui fitur “Sources” yang menampilkan referensi data yang digunakan.
Melalui fitur ini, pengguna juga bisa menambahkan referensi baru atau memperbaiki hasil agar lebih sesuai dengan keinginan. Sistem akan terus belajar dari interaksi tersebut sehingga semakin akurat seiring waktu.
Terkait privasi, Google menegaskan bahwa foto pengguna tidak digunakan untuk melatih model AI secara global. Data yang diproses terbatas pada kebutuhan personalisasi dan dapat dikontrol langsung oleh pengguna melalui pengaturan akses.
Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap, dimulai dari pengguna paket Google AI Plus, Pro, dan Ultra di Amerika Serikat. Selanjutnya, akses akan diperluas ke berbagai platform termasuk browser Chrome dan berpotensi hadir di Indonesia dalam waktu dekat.
Dengan inovasi ini, proses membuat desain tidak lagi bergantung pada keahlian teknis. Siapa pun kini dapat menghasilkan visual berkualitas hanya dari ide sederhana, sekaligus memanfaatkan koleksi foto pribadi sebagai sumber inspirasi tanpa batas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Pemerintah menyiapkan Tol Japek 2 Selatan dan Tol Prosiwangi untuk uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Bhayangkara FC melepas 15 pemain dan mempertahankan sejumlah pemain kunci untuk menghadapi Super League musim 2026/2027.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.