Advertisement
CROSS 2026: Open Source Jadi Kunci Kemandirian Digital Indonesia
Suasana Talk Show Cloud Regional Open Source Summit (CROSS) Indonesia 2026 di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJAYA), Gamping, Sleman, Sabtu (24/4 - 2026) ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia kembali mengemuka melalui gelaran Cloud Regional Open Source Summit (CROSS) Indonesia 2026 di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJAYA), Gamping, Sleman. Forum ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pemanfaatan teknologi terbuka (open source) dan cloud lokal sebagai fondasi kemandirian digital nasional.
Mengusung tema penguatan kedaulatan digital, acara ini mempertemukan unsur pemerintah, industri, akademisi, hingga komunitas teknologi. Diskusi yang berlangsung menitikberatkan pada pentingnya pengelolaan data secara mandiri, peningkatan keamanan siber, serta pengembangan infrastruktur digital yang sesuai dengan regulasi di Indonesia.
Advertisement
CROSS Indonesia 2026 diselenggarakan oleh Onno Center bersama Cloud in Asia dan UNJAYA, dengan dukungan Sivali Cloud Technology. Kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda Open Source Summit dan Ubuntu Release Party yang melibatkan komunitas teknologi dari berbagai daerah.
CEO Sivali Cloud Technology, Wong Sui Jan, menegaskan bahwa open source menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada platform teknologi tertutup. Menurutnya, penggunaan sistem terbuka memberikan kontrol lebih besar terhadap data dan infrastruktur.
BACA JUGA
“Dengan open source, institusi bisa mengelola sistemnya secara mandiri, lebih aman, dan efisien,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan Cloud in Asia, Ryo Ardian, yang menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem cloud nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Forum ini turut menghadirkan tokoh teknologi nasional sekaligus pendiri Onno Center, Onno W. Purbo serta berbagai praktisi dan komunitas, termasuk Komunitas Ubuntu Indonesia. Kehadiran mereka memperkaya diskusi terkait implementasi teknologi terbuka di berbagai sektor.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas sejumlah teknologi kunci seperti Ubuntu, OpenStack, dan Kubernetes yang dinilai mampu mendukung kemandirian infrastruktur digital. Teknologi tersebut memungkinkan pengelolaan data secara lokal, sekaligus meningkatkan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Selain itu, forum ini juga menyoroti pentingnya implementasi praktik keamanan modern seperti DevSecOps serta pemanfaatan sistem berbasis Linux untuk memperkuat ketahanan siber. Pendekatan ini dinilai relevan dengan penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022 yang menuntut pengelolaan data secara aman dan bertanggung jawab.
Wakil Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi UNJAYA, Chanief Budi Setiawan, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi digital berbasis kemandirian.
“Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi dan inovasi untuk menghadirkan solusi digital yang relevan bagi Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi talkshow, akademisi UNJAYA Dedy Hariyadi menilai open source memiliki nilai lebih bagi mahasiswa sebagai media pembelajaran yang terbuka dan terjangkau.
“Open source itu murah, tetapi bukan murahan. Ini ruang kolaborasi yang memungkinkan kita berkembang bersama,” katanya.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem digital nasional yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdaulat. Kemandirian dalam pengelolaan data dan infrastruktur dinilai menjadi kunci menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- AHY Dorong Mrican Jadi Model Nasional Penataan Kawasan Kumuh
- Jadwal KRL Jogja Solo 25 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
- Ratusan Ribu Keluarga di Gunungkidul Terima Bansos Beras dan Minyak
- AHY Tinjau Mrican, Penataan Kawasan Kumuh Tekan Risiko Banjir
Advertisement
Advertisement








