Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
(Kiri-kanan) Presiden Grup Gojek Andre Soelistyo, salah seorang pendiri Gojek Kevin Aluwi dan CEO Grup Gojek Nadiem Makarim saat peluncuran logo baru Gojek di Jakarta, Senin (22/7/2019). /ANTARA News-Natisha Andarningtyas
Harianjogja.com, JAKARTA- Inovasi terus dilakukan oleh penyedia aplikasi layanan on-demand, Gojek. Gojek resmi mengganti logo perusahaan, dari semula simbol motor ojek menjadi bulatan yang dapat diartikan dalam berbagai hal.
"Gojek sekarang sudah menjadi simbol yang lebih besar dari ojek. Gojek bukan lagi hanya ride hailing atau pembayaran, tapi, gabungan dari semua," kata CEO Grup Gojek, Nadiem Makarim, saat konferensi media di Jakarta, Senin (22/7/2019).
Logo Gojek saat ini berupa lingkaran besar yang tidak tertutup di luar dan bulatan kecil di dalamnya, terinspirasi dari roda ojek motor, layanan awal Gojek, seperti diceritakan Nadiem dalam jumpa pers tersebut.
Logo baru Gojek dapat diartikan berbagai macam, mulai dari ojek, simbol lokasi di aplikasi peta, sampai interpretasi pengendara motor yang memakai helm jika dilihat dari atas.
Alasan penggantian logo Gojek sudah dipikirkan sejak setahun belakangan, Nadiem menilai Gojek saat ini sudah berkembang sangat jauh dari semula saat mereka diluncurkan sehingga ada banyak pelaku industri yang perlu mereka wakili dalam sebuah logo.
Logo Gojek baru ini dinamai "Solve", berasal dari bermacam layanan yang ada di platform tersebut untuk membantu keseharian penggunanya.
Meski berganti logo, tidak ada perubahan dalam model bisnis, namun, Gojek ingin berganti citra dari layanan ride hailing dan pembayaran menjadi aplikasi super yang berbasis tiga hal.
"Gojek saat ini adalah ekosistem dari tiga aplikasi super yang menggerakkan manusia, barang dan uang," kata salah seorang pendiri Gojek, Kevin Aluwi.
Layanan yang diberikan Gojek saat ini mencakup ketiga hal tersebut, tidak lagi aplikasi pemesanan transportasi, namun berkembang menjadi layanan antar barang, termasuk makanan, serta sistem pembayaran dengan Gopay.
"Pendekatan kami adalah transaksi apa yang dibutuhkan konsumen," kata Kevin.
Layanan Gojek berkembang pesat selama tiga tahun terakhir berkat pemanfaatan machine learning, kecerdasan buatan hingga teknologi terkini lainnya.
Bisnis Gojek berkembang 12 kali lipat selama tiga tahun terakhir, Kevin menyatakan.
Logo baru Gojek tidak berpengaruh terhadap investasi mereka untuk atribut seragam, mencakup jaket dan helm. Menurut Nadiem, secara berkala mereka memang menyediakan jaket dan helm untuk para mitra setelah beberapa wakti digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.