Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Pilihan ukuran helm/Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Kebiasaan memilih helm berukuran longgar ternyata tak baik untuk keselamatan pengendara motor.
Konsumen kerap memilih ukuran yang lebih longgar saat memutuskan untuk membeli helm baru. Hal tersebut dilakukan dengan alasan untuk memberi kenyamanan saat menggunakan pelindung kepala ketika berkendara ataupun menjadi penumpang.
Ternyata hal tersebut tergolong sebagai salah satu kesalahan mendasar ketika memilih helm yang tepat untuk digunakan sehari-hari. Kelonggaran helm justru dapat menimbulkan potensi bahaya dalam situasi seperti kecelakaan lalu lintas.
Kelonggaran helm tersebut bisa membuatnya terlepas, seandainya pengendara atau penumpang kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh dari motor. Sehingga, helm tersebut tidak memberi perlindungan secara penuh sesuai dengan tujuan pemakaiannya.
Hal tersebut disayangkan oleh Executive Director RSV Helmets, Richard Ryan. Ia justru menekankan rasa sempit yang dirasakan pengguna sebagai tanda helm tersebut aman dipakai berkendara. "Tandanya ketika dilihat bercermin, bagian pipi sedikit naik," ujarnya kepada Okezone Otomotif.
Biasanya selain kesan sempit konsumen juga mengeluhkan rasa pusing atau sakit kepala, ketika mencoba helm baru. Richard menyebut terdapat dua kemungkinan kenapa kesan tidak mengenakkan tersebut dialami oleh pengguna saat mencoba helm baru.
Penyebab sakit kepala dan rasa pusing yang dialami konsumen sendiri disebabkan hal berbeda. Rasa sakit bisa dikarenakan perbedaan serta adaptasi kontur kepala terhadap bagian dalam (inner padding) helm tersebut. "Hal tersebut bisa disesuaikan. Nantinya, inner padding bisa membuat kontur kepala kita beradaptasi," ujar Richard.
Hal yang cukup diwaspadai adalah ketika pengguna merasa pusing saat menjajal helm yang hendak dibeli. Pertandanya, tidak seluruh permukaan kepala dari konsumen mengalami kontak secara baik dengan bagian dalam helm tersebut. "Sehingga dibutuhkan pemasangan produk secara khusus. Terdapat bantuan dari staf kami untuk mengatasinya," kata Richard menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.
Batas belanja pegawai 30 persen ditunda. Kulonprogo masih mencatat belanja pegawai sekitar 36 persen dari total APBD.