Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Pilihan ukuran helm/Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Kebiasaan memilih helm berukuran longgar ternyata tak baik untuk keselamatan pengendara motor.
Konsumen kerap memilih ukuran yang lebih longgar saat memutuskan untuk membeli helm baru. Hal tersebut dilakukan dengan alasan untuk memberi kenyamanan saat menggunakan pelindung kepala ketika berkendara ataupun menjadi penumpang.
Ternyata hal tersebut tergolong sebagai salah satu kesalahan mendasar ketika memilih helm yang tepat untuk digunakan sehari-hari. Kelonggaran helm justru dapat menimbulkan potensi bahaya dalam situasi seperti kecelakaan lalu lintas.
Kelonggaran helm tersebut bisa membuatnya terlepas, seandainya pengendara atau penumpang kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh dari motor. Sehingga, helm tersebut tidak memberi perlindungan secara penuh sesuai dengan tujuan pemakaiannya.
Hal tersebut disayangkan oleh Executive Director RSV Helmets, Richard Ryan. Ia justru menekankan rasa sempit yang dirasakan pengguna sebagai tanda helm tersebut aman dipakai berkendara. "Tandanya ketika dilihat bercermin, bagian pipi sedikit naik," ujarnya kepada Okezone Otomotif.
Biasanya selain kesan sempit konsumen juga mengeluhkan rasa pusing atau sakit kepala, ketika mencoba helm baru. Richard menyebut terdapat dua kemungkinan kenapa kesan tidak mengenakkan tersebut dialami oleh pengguna saat mencoba helm baru.
Penyebab sakit kepala dan rasa pusing yang dialami konsumen sendiri disebabkan hal berbeda. Rasa sakit bisa dikarenakan perbedaan serta adaptasi kontur kepala terhadap bagian dalam (inner padding) helm tersebut. "Hal tersebut bisa disesuaikan. Nantinya, inner padding bisa membuat kontur kepala kita beradaptasi," ujar Richard.
Hal yang cukup diwaspadai adalah ketika pengguna merasa pusing saat menjajal helm yang hendak dibeli. Pertandanya, tidak seluruh permukaan kepala dari konsumen mengalami kontak secara baik dengan bagian dalam helm tersebut. "Sehingga dibutuhkan pemasangan produk secara khusus. Terdapat bantuan dari staf kami untuk mengatasinya," kata Richard menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 15 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu mencapai 31°C, masyarakat diminta waspada cuaca terik.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.