Arsenal Bangkit dari Ketertinggalan, Leeds Tumbang 2-1 di Emirates
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Keamanan data pada sistem operasi Windows 11 tengah menjadi sorotan tajam setelah seorang peneliti keamanan siber dengan nama samaran Nightmare-Eclipse mengungkap adanya kerentanan berbahaya yang dijuluki YellowKey. Celah keamanan ini diklaim mampu membobol sistem enkripsi full-volume BitLocker secara penuh dan tanpa hambatan.
Dilansir dari Techspot, Nightmare-Eclipse menyebut YellowKey sebagai salah satu celah paling berbahaya yang pernah ia temukan. Lebih jauh, ia bahkan melontarkan tuduhan mengejutkan bahwa Microsoft kemungkinan sengaja menanamkan pintu belakang atau backdoor di dalam sistem perlindungan data BitLocker tersebut.
Cara kerja eksploitasi ini tergolong unik namun cukup sederhana untuk dilakukan oleh peretas. Prosedurnya melibatkan persiapan folder khusus bernama "FsTx" yang disalin ke USB drive atau langsung ke partisi EFI Windows. Setelah itu, peretas cukup melakukan reboot ke menu Windows Recovery Environment (WinRE) dan memasukkan urutan input tertentu untuk memunculkan command shell.
Melalui shell tersebut, akses terhadap volume penyimpanan yang terkunci oleh BitLocker akan terbuka sepenuhnya tanpa perlu kata sandi. Data yang terenkripsi pun bisa dengan mudah ditelusuri, disalin, bahkan dimodifikasi secara bebas oleh pihak yang tidak berwenang.
Nightmare-Eclipse meyakini kerentanan ini disengaja karena komponen pemicu masalah hanya ditemukan secara eksklusif di dalam image resmi WinRE. Meskipun komponen serupa terdapat pada image instalasi Windows standar, perilaku pembobolan tersebut tidak terjadi. Ironisnya, celah ini hanya memengaruhi Windows 11 serta versi Server 2022/2025, sementara pengguna Windows 10 dinyatakan aman.
Sejumlah peneliti keamanan pihak ketiga telah mengonfirmasi bahwa YellowKey benar-benar berfungsi sebagaimana yang dipublikasikan oleh Nightmare-Eclipse di platform GitHub. Selain YellowKey, peneliti tersebut juga merilis eksploitasi kedua bernama GreenPlasma yang diklaim mampu memberikan peningkatan hak akses sistem (privilege escalation).
Nightmare-Eclipse sendiri diketahui memiliki rekam jejak perseteruan panjang dengan Microsoft. Sebagai langkah mitigasi, para pakar keamanan siber menyarankan pengguna, khususnya di tingkat perusahaan, untuk tidak hanya bergantung pada satu sistem enkripsi tunggal. Penggunaan perangkat lunak alternatif yang telah teruji secara independen, seperti VeraCrypt, menjadi salah satu langkah preventif yang dianjurkan untuk melindungi data dari ancaman serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Sebanyak 5.000 peserta mengikuti meditasi Tata Hati Indonesia yang digelar YCCK di UGM, secara langsung maupun daring, tanpa dipungut biaya.