Terdampak Corona, Chevron Berencana Pangkas 6.000 Karyawan Secara Global
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Logo Google/Reuters-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA – Puluhan negara bagian di Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan tentang praktik periklanan Google yang diduga melanggar undang-undang antimonopoli.
Dilansir dari Bloomberg, jaksa agung dari 48 negara bagian di AS, yang dipimpin oleh Ken Paxton dari Texas, serta dari Distrik Columbia dan Puerto Rico mengumumkan penyelidikan tersebut pada Senin (9/9/2019) waktu setempat di Mahkamah Agung di Washington.
Penyelidikan ini dilakukan dengan berlandaskan kekhawatiran bahwa Google telah meningkatkan biaya untuk pengiklan. Ada pula keraguan tentang apakah konsumen mendapatkan informasi terbaik dari hasil pencarian perusahaan teknologi itu.
“Ini [Google] adalah perusahaan yang mendominasi seluruh aspek periklanan di internet dan pencarian di internet,” ujar Paxton.
Penyelidikan tersebut menjadi tanda terbaru atas berkembangnya investigasi antimonopoli yang mempertemukan Google bersama dengan perusahaan teknologi lainnya di AS.
Pejabat-pejabat pemerintah diketahui semakin skeptis terhadap dominasi para pemain terbesar di industri ini dan mengambil langkah awal untuk mengendalikan perusahaan-perusahaan itu.
Besarnya ukuran kelompok investigasi, yang mencakup setiap negara bagian kecuali California dan Alabama, merupakan ancaman bagi Google. Negara-negara bagian itu memiliki rekam jejak menindak perusahaan-perusahaan besar, seperti produsen rokok dan bank, atas kerugian terhadap konsumen dan memenangkan denda yang dapat mencapai nilai miliaran dolar.
“Sungguh menakjubkan bahwa mereka [negara bagian] memiliki 50 jaksa agung yang merupakan bagian dari investigasi multi-negara,” tutur Charlotte Slaiman, penasihat kebijakan senior untuk kelompok advokasi konsumen Public Knowledge.
“Ini menunjukkan semakin banyak sumber daya staf yang dapat diajukan untuk bertanggung jawab. Penyelidikan apa pun dalam praktik periklanan Google akan membutuhkan banyak waktu,” lanjutnya.
Menyusul pengumuman tersebut, saham induk Google, Alphabet, turun sebanyak 1 persen dan ditutup kurang dari 1 persen di level US$1.205,27 di New York pada perdagangan Senin (9/9/2019). Saham ini diperdagangkan sekitar 7 persen di bawah rekor yang dicapai pada akhir April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Chevron bakal memangkas hingga 6.000 karyawan atau 15 persen dari total pekerja
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Lonjakan penumpang kereta saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus capai 778 ribu tiket. Jogja jadi tujuan favorit masyarakat.
Polisi gerebek rumah di Bantul yang diduga jual miras oplosan. Lima botol disita, operasi terus digencarkan tekan peredaran ilegal.