Prabowo Sebut Banyak Menteri Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Ilustrasi e-commerce/CC0
Harianjogja.com, JAKARTA – Indonesia diproyeksikan memimpin pertumbuhan ekonomi internet Asia Tenggara pada 2025.
Menurut laporan Google & Temasek / Bain, e-Conomy SEA 2019 yang dirilis Kamis (3/10/2019), Indonesia akan menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi internet Asia Tenggara dengan nilai barang dagangan bruto US$133 miliar.
Angka tersebut termasuk nilai barang e-commerce, layanan kendaraan daring, media daring, dan situs bisnis perjalanan daring.
Di urutan selanjutnya, ekonomi internat Asia Tenggara juga akan ditopang oleh Thailand (US$50 miliar), Vietnam (US$43 miliar), Singapura (US$27 miliar), Malaysia (US$26 miliar), dan Filipina (US$25 miliar).
Dengan angka tersebut, Asia Tenggara diprediksi akan menyentuh angka 300 miliar dolar AS pada 2025 dalam hal ekonomi internet. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dari perkiraan 100 miliar dolar AS tahun ini.
Menurut Bloomberg, pertumbuhan ini menjadikan Asia Tenggara sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam hal perdagangan daring. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat populasi anak muda yang terbiasa menggunakan ponsel cerdas.
Dari semua kategori yang diperhitungkan dalam laporan ini, e-commerce tetap menjadi titik paling terang dalam ekonomi internet Asia Tenggara. Kemudian, diikuti oleh festival daring untuk penawaran menarik, hiburan dalam aplikasi, dan pengiriman daring.
Pasar diproyeksikan akan tumbuh empat kali lipat, dari US$38,2 miliar pada 2019 menjadi US$153 miliar pada 2025. Sebagian besar pertumbuhan itu disebut akan datang dari Indonesia, di mana nilai pasar e-commerce Tanah Air siap meningkat dari US$21 miliar menjadi US$82 miliar pada 2025.
Begitu pula dengan layanan kendaraan daring yang diproyeksikan mencapai US$40 miliar pada 2025 dari US$12,7 miliar pada 2019, yang dipimpin oleh Gojek dan Grab. Keduanya melihat pengiriman makanan sebagai pendorong utama pertumbuhan dan profitabilitas.
Perusahaan kendaraan daring yang dipimpin Gojek dan Grab telah mengumpulkan lebih dari US$14 miliar selama empat tahun terakhir. Di sisi lain, perusahaan e-commerce termasuk Tokopedia juga telah meraup hampir US$10 miliar.
Ekspektasi tinggi ini diharapkan dapat membantu menarik investor meskipun dilanda tantangan global, tulis Bloomberg.

*angka dalam miliar dollar AS
*angka menunjukkan nilai barang dagangan bruto
Sumber: Google & Temasek / Bain, e-Conomy SEA 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Prabowo Subianto menyebut banyak menteri dan kepala badan masuk rumah sakit akibat bekerja keras mengejar target pemerintah.
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,