WiFi Rumah Sering Lemot? Ternyata 4 Benda Ini Penyebabnya

Jumali
Jumali Rabu, 15 Juli 2026 13:37 WIB
WiFi Rumah Sering Lemot? Ternyata 4 Benda Ini Penyebabnya

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Kecepatan internet yang tiba-tiba menurun sering membuat pengguna kesal. Banyak orang mengira masalah tersebut selalu berasal dari gangguan jaringan atau kualitas layanan penyedia internet.

Padahal, dalam banyak kasus, penyebabnya justru berasal dari lingkungan di dalam rumah sendiri.

WiFi bekerja dengan memancarkan gelombang radio yang membutuhkan jalur terbuka agar dapat menjangkau perangkat seperti ponsel, laptop, televisi pintar, hingga kamera pengawas.

Ketika gelombang tersebut terhalang atau terganggu oleh benda tertentu, kualitas sinyal dapat menurun dan membuat koneksi internet terasa lambat.

Dilansir dari BBC, Rabu (15/7/2026), terdapat beberapa benda yang kerap menjadi penyebab menurunnya kualitas sinyal WiFi tanpa disadari pemilik rumah.

Microwave Bisa Mengganggu Sinyal WiFi

Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah oven microwave.

Sebagian besar router lama masih menggunakan frekuensi 2,4 GHz untuk mengirimkan sinyal internet ke perangkat pengguna.

Menariknya, frekuensi yang digunakan microwave untuk memanaskan makanan juga berada pada rentang yang sama.

Ketika microwave beroperasi, terutama pada perangkat yang sudah tua atau mengalami kebocoran gelombang, sinyal yang dihasilkan dapat mengganggu transmisi WiFi.

Akibatnya, koneksi internet menjadi tidak stabil atau kecepatan menurun drastis saat microwave digunakan.

Untuk mengurangi gangguan tersebut, pengguna disarankan menggunakan router dual-band yang mendukung frekuensi 5 GHz.

Selain menawarkan kecepatan yang lebih tinggi, frekuensi tersebut juga lebih minim gangguan dari peralatan rumah tangga.

Akuarium dan Air Menjadi Penyerap Gelombang

Banyak orang tidak menyadari bahwa akuarium besar dapat menjadi penghalang sinyal WiFi.

Air memiliki kemampuan menyerap energi gelombang radio sehingga dapat mengurangi kekuatan sinyal yang melewatinya.

Jika posisi akuarium berada tepat di antara router dan perangkat yang digunakan, area di belakang akuarium berpotensi menjadi titik lemah sinyal atau bahkan kehilangan koneksi sama sekali.

Efek serupa juga dapat terjadi pada dinding beton tebal dan material bangunan tertentu yang sulit ditembus gelombang radio.

Untuk mengatasi masalah ini, router sebaiknya ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi dan berada di bagian tengah rumah agar jangkauan sinyal lebih merata.

Bagi rumah bertingkat atau memiliki banyak sekat, penggunaan WiFi extender atau sistem Mesh WiFi dapat menjadi solusi yang lebih efektif.

Cermin dan TV Bisa Memantulkan Sinyal

Gangguan berikutnya berasal dari benda-benda yang memiliki permukaan reflektif.

Cermin berukuran besar, televisi layar lebar, hingga permukaan yang mengandung lapisan logam dapat memantulkan gelombang WiFi.

Alih-alih menuju perangkat pengguna, sebagian sinyal justru terpantul ke arah lain sehingga kualitas koneksi menjadi tidak optimal.

Situasi ini sering terjadi ketika router ditempatkan tepat di depan televisi besar atau berhadapan dengan cermin.

Cara mengatasinya cukup sederhana, yaitu memastikan jalur antara router dan perangkat tidak terhalang benda reflektif berukuran besar.

Perubahan posisi router beberapa meter saja terkadang sudah cukup untuk meningkatkan kualitas sinyal secara signifikan.

Cuaca Ekstrem dan Kemacetan Jaringan

Selain benda di dalam rumah, faktor cuaca juga dapat memengaruhi kualitas koneksi internet.

Meski hujan ringan umumnya tidak berdampak besar terhadap WiFi rumah, cuaca ekstrem dapat memengaruhi infrastruktur jaringan di luar ruangan.

Suhu yang sangat rendah dapat memengaruhi komponen logam pada kabel, sedangkan badai atau tumpukan salju berpotensi mengganggu antena dan perangkat komunikasi eksternal.

Di sisi lain, cuaca buruk juga sering menyebabkan lonjakan penggunaan internet karena lebih banyak orang beraktivitas di rumah.

Kondisi ini memicu kemacetan jaringan atau congestion yang dapat menurunkan kecepatan akses internet.

Jika masalah berasal dari jaringan luar, pengguna biasanya hanya bisa menunggu hingga kondisi kembali normal.

Namun apabila perlambatan terjadi akibat banyak perangkat yang digunakan secara bersamaan di rumah, fitur Quality of Service (QoS) pada router dapat dimanfaatkan untuk mengatur prioritas penggunaan bandwidth.

Cara Sederhana Memaksimalkan Sinyal WiFi

Agar koneksi internet tetap stabil, posisi router memegang peranan penting.

Router idealnya ditempatkan di lokasi terbuka, tidak terhalang dinding tebal, tidak terlalu dekat dengan perangkat elektronik besar, dan berada pada titik yang mampu menjangkau seluruh area rumah.

Selain itu, memastikan firmware router selalu diperbarui serta menggunakan perangkat yang mendukung teknologi WiFi terbaru juga dapat membantu meningkatkan kualitas koneksi.

Dengan memahami faktor-faktor yang dapat mengganggu sinyal WiFi, pengguna dapat mengidentifikasi sumber masalah lebih cepat tanpa harus langsung mengganti paket internet atau perangkat jaringan.

Terkadang, memindahkan posisi router beberapa langkah saja sudah cukup untuk membuat koneksi internet kembali lancar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online