Aksi Teatrikal Warnai Peringatan 30 Tahun Kudatuli di Kantor PDIP
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Integrasi Facebook Whatsapp./irisundertheinfluence
Harianjogjs.com, JAKARTA - Facebook Indonesia mengharapkan fitur pembatasan undangan grup di aplikasi WhatsApp dapat mengurangi penyebaran misinformasi dalam aplikasi berbagi pesan tersebut.
"Penambahan fitur itu merupakan hasil diskusi kami dengan sekelompok masyarakat dan pemerintah. Kami mempunyai tantangan bagaimana meningkatkan komitmen untuk memerangi mis-informasi," kata Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari seusai bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate di Jakarta, Kamis (7/11/2019).
WhatsApp membuat fitur privasi terbaru berupa kendali bagi pemilik akun untuk menentukan siapa saja yang bisa mengundang pemilik akun itu untuk masuk ke sebuah grup.
Pengguna bisa mengatur jika tidak ingin diundang masuk ke sebuah grup oleh orang tertentu yang berada di daftar kontak. Sebaliknya, pengguna juga bisa mengatur bahwa mereka mau diundang masuk ke grup oleh siapa saja dalam kontaknya.
Fitur itu, menurut Ruben, merupakan langkah pencegahan agar pengguna tidak terjebak masuk ke dalam sebuah grup WhatsApp yang tidak dikehendaki.
Fitur baru di WhatsApp itu mirip dengan aturan berbagi privasi konten di Facebook dan Instagram. Kedua aplikasi media jejaring sosial itu tersebut sudah lebih dulu menyediakan kendali kepada pengguna untuk mengatur dengan siapa mereka berbagi konten, termasuk foto dan video.
Perusahaan Facebook belum bisa menjelaskan seperti apa efektivitas setelan privasi terbaru di WhatsApp untuk mengurangi mis-informasi karena fitur itu baru diluncurkan.
"Itu adalah langkah preventif. Tapi, kalau untuk mengukur dampaknya sangat sulit karena mis-informasi dan bagaimana itu dicerna oleh pengguna berbeda, sangat relatif," kata Ruben.
Setelan privasi untuk membatasi undangan masuk grup dirilis secara global mulai Kamis dan secara bertahap hingga dalam sepekan seluruh pengguna akan mendapatkan fitur itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.