Tak Harus ke Bengkel! Pemeriksaan Mobil Ini Bisa Dilakukan Mandiri
Merawat mobil tidak selalu harus di bengkel. Mitsubishi bagikan 7 pemeriksaan ringan yang bisa dilakukan di rumah: cek oli, tekanan ban, filter udara, radiator,
Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna WhatsApp kini dapat mengatur audiens pembaruan status agar tidak selalu terlihat oleh seluruh kontak. Pengaturan privasi memungkinkan pengguna menentukan kelompok orang tertentu yang bisa melihat status yang dibagikan.
Fitur ini dapat dimanfaatkan ketika pengguna ingin membagikan konten berbeda kepada keluarga, sahabat, rekan kerja, atau kelompok kontak tertentu. Pengguna dapat membuat kategori khusus dan memasukkan kontak yang diinginkan ke dalam kelompok tersebut.
Setelah kategori dibuat, kelompok tersebut dapat dipilih sebagai audiens ketika pengguna mengunggah status WhatsApp. Dengan demikian, pengguna tidak perlu memilih kontak satu per satu setiap kali membagikan pembaruan.
Cara Membuat Kategori Khusus Status WhatsApp
Pembuatan kategori dilakukan melalui pengaturan privasi status. Pengguna dapat menentukan nama kategori sekaligus memilih kontak yang akan memiliki akses untuk melihat pembaruan.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
1. Buka Pengaturan Privasi Status
Buka aplikasi WhatsApp, kemudian ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas.
Setelah itu, pilih Pengaturan, kemudian masuk ke menu Privasi. Pilih opsi Status untuk membuka pengaturan audiens pembaruan status.
Menu tersebut digunakan untuk mengatur siapa saja yang dapat melihat status yang dibagikan.
2. Buat Kategori dan Pilih Kontak
Setelah masuk ke halaman status, tekan ikon tanda tambah (+), kemudian pilih konten yang ingin diunggah.
Berikutnya, pengguna dapat mengatur audiens melalui fitur yang tersedia di bagian kiri bawah layar. Opsi tersebut digunakan untuk menentukan kontak yang memperoleh akses melihat status.
Selanjutnya, masukkan nama kategori yang ingin dibuat. Nama kategori dapat disesuaikan dengan kelompok kontak, misalnya keluarga, sahabat, rekan kerja, atau kelompok lainnya.
Setelah nama kategori ditentukan, pilih kontak yang ingin dimasukkan ke dalam kelompok tersebut.
Jika seluruh kontak yang diinginkan sudah dipilih, tekan tombol Buat. Kategori tersebut kemudian dapat digunakan sebagai pilihan audiens ketika pengguna membagikan status WhatsApp.
Bisa Membuat Lebih dari Satu Kategori
Pengguna WhatsApp dapat membuat lebih dari satu kategori sesuai kebutuhan.
Misalnya, pengguna membuat kategori Keluarga yang berisi anggota keluarga dan kategori Sahabat untuk teman dekat. Kategori lain juga dapat dibuat untuk rekan kerja atau kelompok kontak tertentu.
Dengan beberapa kategori, pengguna dapat lebih mudah menentukan kelompok penerima ketika mengunggah status. Setiap kategori dapat dipilih sesuai jenis konten yang ingin dibagikan.
Pengelompokan ini juga membuat pengguna tidak perlu mengatur ulang penerima secara manual setiap kali mengunggah pembaruan.
Mirip Fitur Close Friends di Instagram
Konsep kategori khusus pada status WhatsApp memiliki kemiripan dengan fitur Close Friends di Instagram.
Keduanya memungkinkan pengguna menentukan kelompok orang tertentu sebagai audiens sebuah konten. Perbedaannya, WhatsApp menggunakan sistem pengelompokan kontak melalui pengaturan privasi status.
Setelah kategori dibuat, pengguna cukup memilih kelompok yang sesuai ketika akan mengunggah status. Status tersebut kemudian hanya dapat dilihat oleh kontak yang masuk dalam kategori yang dipilih.
Fitur ini memberikan kontrol lebih besar terhadap privasi pembaruan status. Pengguna dapat menyesuaikan audiens berdasarkan hubungan maupun kebutuhan komunikasi.
Sebagai contoh, foto atau informasi keluarga dapat dibagikan kepada kategori Keluarga. Sementara informasi yang berkaitan dengan pekerjaan dapat diarahkan kepada kategori Rekan Kerja.
Status WhatsApp Jadi Lebih Terarah
Pengaturan kategori khusus dapat membantu pengguna membedakan audiens tanpa harus mengirimkan konten melalui percakapan pribadi.
Pengguna tetap dapat membagikan status secara luas jika menginginkannya. Namun, untuk konten tertentu, audiens dapat dibatasi hanya kepada kelompok kontak yang sudah ditentukan.
Cara ini juga dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang memiliki banyak kontak WhatsApp tetapi tidak ingin seluruh kontak mengetahui setiap pembaruan yang dibagikan.
Dengan membuat kategori khusus, pengguna dapat mengelola audiens status WhatsApp berdasarkan kebutuhan. Kontak yang telah dikelompokkan kemudian dapat dipilih kembali ketika pengguna mengunggah pembaruan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Merawat mobil tidak selalu harus di bengkel. Mitsubishi bagikan 7 pemeriksaan ringan yang bisa dilakukan di rumah: cek oli, tekanan ban, filter udara, radiator,
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
BIGBANG resmi comeback lewat BiiiG setelah empat tahun. Grup ini juga menyiapkan tur dunia XX: Cosmos yang akan singgah di Jakarta
Mini Cooper listrik generasi baru berpotensi meninggalkan penggerak roda depan setelah hampir 70 tahun dan beralih ke roda belakang.
TKA SMA 2026 akan digelar 26 Oktober-8 November. Pelajari kisi-kisi 3 mapel wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lengkap dengan kompetensi d
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.