Jadwal KSPN Jogja 23 Agustus 2026, Ada Rute ke Pantai Drini
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Kegiatan penyampaian ATP dan STP terkait pengembangan varietas padi oleh Batan, Senin (2/12/2019). /Ist-Batan.
Harianjogja.com, JOGJA--Teknologi nuklir bisa mempercepat panen padi serta meningkatkan kualitas varietas padi lokal. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) bersama mitranya yang tergabung dalam pengembangan Science Techno Park (STP) dan Agro Techno Park (ATP) mengembangkan varietas padi lokal di tiga daerah di Indonesia.
Deputi Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Batan Efrizon Umar menjelaskan selama lima tahun berjalan PAIR bersama ATP dan STP telah menghasilkan sejumlah varietas produk lokal yang diperbaiki antara lain Rojolele Srinuk dan Rojolele Srinar yang berada di Klaten. Melalui sejumlah ATP tersebut diharapkan ada perbaikan varietas padi lokal sehingga produktivitasnya meningkat.
Varietas padi yang dihasilkan Batan ini terbukti menghasilkan padi dengan kapasitas lebih besar dibandingkan varietas padi pada umumnya, sehingga meningkatkan penghasilan petani. Dengan hitungan, jika sebelumnya hanya mendapatkan sekitar enam ton per hektare, namun bisa meningkat menjadi 10 ton per hektare.
"Pengembangan ATP dan STP ini merupakan bagian dari kegiatan hilirisasi produk litbang iptek nuklir yang dihasilkan Batan untuk masyarakat. Fokusnya adalah bidang pertanian dan peternakan," terangnya dalam rilisnya, Selasa (3/12/2019).
Selain di Klaten, kata dia, pihaknya juga mengembangkan varietas padi di Musi Rawas bernama dayang rindu yang akan dikembangkan di 2020, kemudian di Polewali Mandar varietas yang dikembangkan yaitu Hamanyan serta beras aromatik. Pencapaian hasil ATP dan STP tiga daerah ini didiskusikan dalam sarasehan yang mengusung tema pengembangan pertanian terpadu antara peternakan, pelaku usaha, pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, bertempat di Klaten, Jawa Tengah, selama dua hari mulai Senin (2/12/2019).
Salah satu bahasannya terkait fakta tanaman lokal seperti varietas rojolele, dulunya memiliki masa panen yang cukup lama dan tidak tahan wereng. Namun melalui teknologi nuklir bisa diubah menjadi masa panen lebih singkat dengan kualitas yang lebih baik. Pihaknya akan terus menyebarluaskan hasil itu untuk diterapkan masyarakat sehingga mendapatkan manfaat dari teknologi nuklir. Tak hanya pertanian, nuklir juga sedang dikembangkan untuk peternakan.
"Selain di bidang pertanian, melalui ATP dan STP ini, kami sedang mengembangkan pola peternakan secara komunal, di mana pengelolaan ternak yang dilakukan secara bersama oleh masyarakat. Sistem ini bisa memberi banyak keuntungan dari sisi modal, hasil maupun dalam penerapan metode atau teknologi baru,” katanya.
Kepala PAIR Batan Totti Tjiptosumirat menambahkan, penyampaian capaian ATP dan STP selain sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, sekaligus untuk memasyarakatkan hasil litbang iptek nuklir kepada masyarakat. Sehingga diharapkan menjadi daya tarik bagi para calon pengusaha pemula berbasis teknologi.
Ia berharap, hasil penelitian Batan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga iptek nuklir tidak lagi dipahami sebagai suatu hal yang menakutkan oleh masyarakat. Teknologi nuklir dapat menjadi komoditi dagang bagi para pengusaha pemula berbasis teknologi.
"Banyak tantangan yang harus dihadapi khususnya dalam hal mempertahankan keberadaan ATP dan STP ketika program pengembangan ini usai. Tetapi melalui kerja sama yang dibangun, tantangan tersebut dapat terselesaikan. Mulai dari kelembagaan, jejaring, pemanfaatan teknologi hingga pembentukan pasar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KSPN Jogja Minggu 23 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Jet tempur Sukhoi TNI AU tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin. Simak sejarah pembelian 11 unit Sukhoi SU-35 dari Rusia.
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Film Laut Bercerita melibatkan dua fotografer khusus untuk menghidupkan detail visual tragedi penghilangan aktivis 1998.
Portal UGM AI Tech4Disaster telah menghimpun sekitar 1.400 laporan warga untuk membantu pemetaan kebutuhan logistik pascabencana NTT.
Pria 40 tahun ditemukan tewas penuh luka di rumah warga Pajangan Bantul. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.