OJK Catat 42 Multifinance Alami Kredit Macet di Atas 5 Persen
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Siluet laptop dan pengguna gadget terlihat di samping proyeksi layar logo Google dalam ilustrasi foto yang diambil 28 Maret 2018. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA--Google membuat perangkat yang memudahkan mengatur jarak fisik di tengah pandemi Covid-19.
Salah satu protokol kesehatan saat pandemi ini berlangsung adalah menjaga jarak satu sama lain saat di tempat ramai. Selain wajib menggunakan masker, jarak sosial sangatlah penting untuk mencegah penularan virus.
Meski sepertinya mudah, namun protokol ini dirasa paling sulit, pasalnya tak semuanya yakin bahwa tempatnya berdiri adalah jarak yang aman satu sama lain.
Diketahui jarak sosial satu sama lain adalah satu hingga 2 meter. Hal ini tentu kesulitan untuk orang-orang yang tak bisa mengukur tanpa meteran.
Kini Google membuatnya makin mudah, dengan perangkat augmented reality yang akan memudahkan penggunanya mendapatkan jarak yang tepat.
Dilansir dari laman The Verge, untuk mengakses fitur Google ini kamu perlu masuk di halaman browser Chrome dan membuka halaman dengan alamat goo.gle/sodar untuk masuk pada perangkat bernama SODAR.
Bukan sebuah aplikasi, namun halaman tersebut akan membuka kamera ponsel kamu dan menunjukkan rentang jarak yang tepat secara nyata.
Ponsel kamu akan menggunakan augmented reality dan memberikan jarak yang tepat satu sama lain di sekitar kamu dan memberikan lingkar radius dua meter pada tampilan ponsel kamu.
Dalam pengujian SODAR digunakan Samsung Galaxy S20 dan menggambarkan akurasinya sebagai \'\'cukup dekat\'\'.
Meski tak selalu akurat, namun jarak sosial ini menjadi penting dan menyadarkan siapa pun jika rentang jarak sosial akan lebih tercerahkan dengan bantuan aplikasi.
Hal ini adalah satu yang berguna daripada membayangkan visual dua meter yang tak pasti dalam menentukkan jarak sosial satu sama lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.