Siapa Vilmei? Kreator yang Viral Usai Kasus Dana Rp3 Miliar
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Google resmi memperbarui model generasi video berbasis kecerdasan buatan (AI) miliknya dengan merilis Gemini Omni 1.1 Flash. Model terbaru ini hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan, di mana video AI dapat dibuat dengan resolusi lebih tinggi serta durasi yang lebih panjang, yakni hingga 40 detik. Pembaruan ini menjadi lompatan besar bagi Google dalam menghadirkan teknologi AI yang semakin canggih dan fleksibel bagi para kreator konten di seluruh dunia.
Gemini Omni pertama kali diperkenalkan Google dalam ajang I/O 2026 pada Mei lalu. Model ini punya kemampuan untuk memahami berbagai perintah, seperti teks, gambar, audio, dan video. Kemampuan tersebut juga memungkinkan pengguna melakukan pengeditan melalui percakapan—artinya, pengguna dapat memberikan instruksi lanjutan untuk mengubah hasil video tanpa harus mengulang seluruh proses generasi dari awal. Kini, pada versi 1.1, Google memperluas kemampuan model generasi videonya dengan sejumlah fitur baru yang membuat proses pembuatan dan penyuntingan video AI menjadi lebih fleksibel dan powerful.
Bisa Bikin Video AI 4K
Salah satu peningkatan paling mencolok adalah kemampuan Gemini Omni 1.1 Flash untuk menghasilkan video dengan resolusi hingga 4K. Namun perlu diketahui, video 4K tersebut merupakan hasil upscalling (peningkatan). Google menjelaskan bahwa resolusi default Gemini Omni 1.1 Flash sendiri adalah 720p. Video yang dihasilkan dalam resolusi ini kemudian dapat di-upscale ke 1080p hingga 4K, memberikan fleksibilitas bagi kreator untuk menyesuaikan kualitas video dengan kebutuhan mereka.
Selain itu, Google juga menyediakan opsi resolusi 360p. Resolusi ini menjadi alternatif yang bisa digunakan untuk membuat video draf dengan biaya yang lebih murah, sangat berguna bagi pengguna yang ingin melakukan eksperimen atau prototyping sebelum memproduksi video final.
Gemini Omni 1.1 Flash juga membawa kemampuan untuk memperpanjang adegan dari video yang sudah dibuat. Pada versi terbaru ini, Gemini dapat menampilkan hingga 10 detik bagian video sebelumnya sebagai konteks, lalu men-generate lanjutan adegan. Proses ini disebut dapat dilakukan beberapa kali hingga total durasi mencapai 40 detik. Kemampuan ini berbeda dengan versi sebelumnya yang hanya menggunakan satu detik terakhir video sebagai konteks. Menurut Google, tambahan konteks ini membantu model mempertahankan karakter, gerakan, dan arah keseluruhan adegan secara lebih konsisten ketika video diperpanjang.
Dengan penambahan durasi hingga 40 detik, kreator jadi punya lebih banyak ruang untuk membangun satu rangkaian adegan tanpa harus membuat banyak klip AI yang terpisah dan menyatukannya. Ini tentu menjadi kabar baik bagi para pembuat film, konten kreator, dan desainer yang menginginkan hasil video yang lebih utuh dan sinematik.
Bisa Tentukan Frame Awal dan Akhir
Fitur unggulan lainnya adalah first-and-last-frame interpolation atau interpola frame pertama dan terakhir. Secara fungsi, fitur ini memungkinkan pengguna memberikan dua gambar sebagai acuan untuk membuat video. Satu gambar digunakan untuk menentukan bagaimana sebuah adegan dimulai, sedangkan gambar lainnya menunjukkan bagaimana adegan tersebut akan berakhir.
Google mengatakan, fitur ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti membuat pergerakan kamera ketika mengitari objek, zoom, transisi, hingga video looping. Kemampuan ini memberikan kontrol yang lebih besar kepada pengguna dalam menentukan alur visual video yang diinginkan, tanpa harus bergantung pada prompt teks yang panjang dan kompleks.
Tersedia di Gemini API dan Flow
Gemini Omni 1.1 Flash tersedia bagi pengguna dari kalangan pengembang (developer) melalui Gemini API di Google AI Studio dan Gemini Enterprise Agent Platform milik Google. Sementara untuk pengguna umum, Gemini Omni 1.1 Flash tersedia secara global di Flow untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra. Fitur untuk memperpanjang adegan juga tersedia di aplikasi Gemini.
Gemini Omni Flash juga mulai diintegrasikan ke sejumlah produk lain, seperti Adobe Firefly dan Vids. Integrasi ini membuka peluang bagi para kreator untuk memanfaatkan kecanggihan Gemini Omni 1.1 Flash langsung dari aplikasi yang sudah mereka gunakan sehari-hari, mempercepat alur kerja dan meningkatkan produktivitas.
Dengan hadirnya Gemini Omni 1.1 Flash, Google semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam teknologi AI generatif. Kemampuan menghasilkan video berkualitas tinggi dengan durasi lebih panjang, kontrol yang lebih presisi, serta akses yang mudah melalui berbagai platform, menjadikan model ini sebagai alat yang sangat powerful bagi para kreator konten di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Hasil drawing Liga Champions 2026/2027 menghadirkan duel Real Madrid vs Arsenal, Man City vs PSG dan Barcelona, serta jadwal fase liga.
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilanti
Honda membuka peluang mempertimbangkan kembali Fit di AS. Simak kabar terbaru soal Honda Jazz dan peluang hatchback legendaris itu kembali ke Indonesia.