Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Kejahatan online/Ilustrasi-mirror.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA – Penggunaan domain lokal dengan nama domain .id dinilai dapat meminimalisir pola serangan siber dengan penyerobotan nama domain (cybersquatting) yang tengah menjadi sorotan.
Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa potensi ancaman penyerobotan nama domain di Indonesia tetap ada.
“Namun, sebenarnya untuk pembelian domain bukan haknya seperti domain pemerintah, sudah ada pengaturan jelas dari PANDI. Ada syarat khusus untuk membeli domain seperti go.id maupun desa.id, misalnya menyertakan KTP serta NPWP plus dengan surat rekomendasi atasan lembaga terkait domain,” katanya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (15/10/2020).
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa motif pelaku yang sering terjadi adalah pembelian domain dengan nama mirip dengan domain resmi. Tujuannya bisa bermacam-macam, sekedar untuk domain itu dijual kembali atau memang untuk tujuan kriminal.
“Misalnya dalam kasus klikbca dulu di awal 2000-an, pelaku penipuan membuat web dengan domain mirip klik bca. Ada kIikbca.com dengan I besar maupun nama lain yang mirip. Tujuannya jelas menipu nasabah BCA,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa ada pula bisnis berburu nama domain. Misalnya, seperti iphone12[.]com dan semacamnya. Ini menjadi buruan orang-orang untuk selanjutnya berharap agar Apple mau membeli mahal domain tersebut. Hal ini jamak terjadi di luar negeri maupun di dalam negeri.
Pengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya menilai bahwa khusus untuk cybersquatting justru Indonesia berada di posisi yang bagus dan aman. Pasalnya, korban cybersquatting adalah domain .com.
“Indonesia memiliki domain .id yang dikelola dengan cukup baik oleh PANDI sebagai Pengelola Domain Indonesia. Jadi kalau ada yang mau cybersquatting harus mendaftarkan domain ke PANDI,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa untuk penggunaan domain lokal (.id) memiliki kemungkinan cybersquatting sangat kecil karena mendaftarnya sudah melalui screening dan pemiliknya diverifikasi dengan cukup ketat oleh PANDI.
“Kalau domain lain di bawah .id seperti .my.id mungkin bisa jadi korban cybersquatting tetapi karena ada PANDI yang mengurusi, sekali mendapatkan laporan mereka akan cepat sekali mengambil tindakan antisipasi, hal ini saya anggap hal yang sangat positif dan perlu diinformasikan kepada pengguna internet Indonesia,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Media Vietnam The Thao 247 sebut Timnas Indonesia bakal turun dengan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026. Maarten Paes hingga Jay Idzes siap bergabung.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00