Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Ilustrasi./Honda
Harianjogja.com, JOGJA- Helm merupakan alat perlindungan wajib bagi setiap pengendara motor. Meski demikian, masih ada beberapa pemotor yang mengabaikan pemakaian helm ini.
Pemotor yang jarang menggunakan helm saat riding ternyata berpotensi terserang penyakit lho.
Seperti dilansir dari Wahana Honda, ada 2 jenis penyakit yang bisa menyerang pemotor ketika tidak pakai helm saat riding.
Penyakit pertama bernama konjungtivitis. Penyakit ini menyerang pada bagian mata pemotor. Jadi nantinya terdapat peradangan pada area putih bola mata yang disebabkan dari bakteri, virus, debu, atau binatang kecil lainnya.
Baca juga: Pemda DIY Yakin Nilai Ganti Untung Proyek Tol Jogja-Solo Menguntungkan
Jika sudah terkena, mata pemotor akan terlihat lebih merah dibandingkan orang normal. Solusinya, pemotor bisa menggunakan obat tetes mata untuk meredakan iritasi dan peradangan.
Selain penyakit konjungtivitis, ada juga penyakit lain yang bisa menyerang pemotor.
Penyakit tersebut berhubungan dengan indera pendengaran. Hal ini lantaran pemotor yang tidak menggunakan helm bakal mendengar suara kencang kendaraan yang melintas di sekitarnya.
Meski terbilang sepele, penyakit ini bisa berakibat fatal jika diabaikan begitu saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 15 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.