Banjir di Sintang Kalbar Putus 13 Jembatan, Akses Bantuan Terhambat
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
Youtube/Dok.
Harianjogja.com, JAKARTA - Youtube menambahkan fitur baru untuk membatasi penyebaran ujaran kebencian.
"Kami selama ini fokus memperbaiki (fitur) komentar dengan tujuan membuat percakapan lebih sehat di Youtube," kata Wakil Direktur Manajemen Produk Youtube Johanna Wright, Sabtu (5/12/2020).
Dia menambahkan pada fitur baru yang terletak di Komentar atau Comments, Youtube akan memberikan notifikasi sebelum pengguna mengunggah tulisan tersebut, jika komentar yang diberikan mengandung kata-kata yang tidak sopan.
YouTube juga akan menguji coba fitur penyaring atau filter komentar di Youtube Studio, komentar yang mengandung kata-kata kasar secara otomatis akan masuk ke peninjauan Youtube.
Peralatan untuk moderasi komentas juga akan diberikan kepada pemilik akun agar lebih mudah dijangkau.
YouTube juga akan memasang teknologi baru agar sistem mereka bisa lebih baik lagi dalam mendeteksi dan menghapus ujaran kebencian, platrom milik Google ini juga akan meninjau topik video dan konteks komentar yang diberikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Banjir di Sintang Kalimantan Barat putuskan 13 jembatan gantung. Ribuan warga terdampak, distribusi bantuan terkendala.
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.