Fadli Zon: Mr. Assaat Layak Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Penipuan melalui aplikasi WhatsApp harus diwaspadai, sebab akun Whatsapp bisa diretas dalam hitungan detik.
Untungnya, pesan tersebut dapat dengan mudah dikenali.
Salah satu metode paling umum untuk mendapatkan akses ke akun WhatsApp pengguna adalah melalui penipuan kode verifikasi.
Biasanya, pengguna akan menerima pesan teks dari WhatsApp berupa kode login.
Baca juga: Rekor! Trailer Spider-Man: No Way Home Ditonton 355,5 Juta Orang
Kode ini adalah kode otentikasi dua faktor yang memungkinkan pengguna masuk ke akun, karena angka ini membuktikan bahwa pengguna adalah pemilik nomor WhatsApp tersebut.
Setelah mendapat kode, pengguna akan mendapat pesan WhatsApp dari teman atau anggota keluarga.
Umumnya, pesan itu berbunyi seperti, "Hei! Saya tidak sengaja mengirimimu kode login WhatsApp saya. Bisakah kamu mengirimkannya kembali kepada saya?".
Baca juga: Modal Sosial Jadi Kekuatan Pasar Tradisional untuk Bertahan
Pastikan untuk tidak membalas pesan tersebut. Dilansir dari The Sun, Kamis (26/8/2021), itu adalah orang asing yang telah meretas akun salah satu kontak pengguna dan berpura-pura menjadi mereka.
Pelaku kejahatan akan mencoba login ke akun pengguna melalui kode otentikasi tersebut.
Jika pengguna mengirim kode tersebut, pelaku kejahatan dapat login ke akun pengguna dan mengeluarkan pengguna dari akun sendiri.
Jika hal itu terjadi, pelaku dapat membuat kekacauan menggunakan akun WhatsApp pengguna dan melakukan penipuan dengan pola yang sama untuk meretas lebih banyak akun teman dan keluarga.
Ini merupakan penipuan yang cukup cerdik karena pelaku berpura-pura sebagai teman atau keluarga yang pengguna kenal.
Jika pengguna menerima pesan yang meminta kode verifikasi WhatsApp, pengguna dapat mengabaikannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Bank Jateng meraih penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026 dalam kategori Top Digital Application - Regional Banking
Pemkab Sleman memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas meski transfer ke daerah turun. Program bantuan masyarakat tetap berjalan.
Belanja pegawai Kota Jogja mencapai sekitar 30 persen APBD. Hasto Wardoyo memastikan gaji ASN dan PPPK tidak akan dipotong.
DPRD Kota Jogja meminta Pemkot segera menghidupkan Pasar Sentul dan Terban yang masih sepi melalui strategi pengelolaan dan penataan pasar.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.