Indonesia dan Rusia Teken MoU Soal 5G, IoT Hingga Kebijakan Internet Inklusif
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Teknisi memasang prangkat base transceiver station (BTS) disalah satu tower di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (18/3/2020).
Harianjogja.com, JAKARTA - Keandalan layanan internet tetap (fixed broadband) Indonesia masih rendah. Para pemain di sektor ini dituntut memperbaiki layanan guna menjaga kenyamanan para pelanggan.
Masyarakat saat ini lebih sensitif terhadap kualitas layanan, seiring dengan tingginya ketergantungan mereka terhadap internet.
Ketua Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan internet saat ini telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Masyarakat menuntut layanan yang lebih baik dan andal, mengingat banyak aktivitas yang saat bergantung pada kestabilan internet.
“Jangan sering mati atau gangguan, kadang-kadang lambat pada jam tertentu atau pada saat konferensi video bandwidth kurang,” kata Ian, Jumat (26/11/2021).
Ian mengatakan pembangunan infrastruktur berikut dengan teknologi content data network (CDN) ataupun sistem komputasi awan, harus dibangun dengan memperhatikan faktor keandalan.
Merujuk laporan Speedtest oleh Ookla, pada kuartal III/2021 rata-rata kecepatan unduh layanan fixed broadband Indonesia mencapai 27,3 Mbps dan kecepatan unggah mencapai 16,3 Mbps, dengan latensi 17 milidetik. Banyak faktor yang mempengaruhi perhitungan tersebut salah satunya adalah kestabilan internet.
Pencapaian rata-rata unduh dan unggah itu membuat Indonesia hanya menempati urutan ke 112 secara global untuk urusan kecepatan internet. Indonesia kalah dari Laos, Brunei, India, Thailand, dan Singapura.
Senada Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan menjaga kualitas agar tetap stabil adalah tantangan bagi para pemain internet tetap.
Di sisi lain, mereka juga harus memberikan harga layanan yang terjangkau, jika tidak pelanggan akan pindah ke penyedia internet tetap lainnya.
“Kalaupun pandemi mereda pada tahun depan proses transformasi digital yang masih berlangsung tentu memiliki kebutuhan akan internet yang juga makin tinggi,” kata Heru.
Heru juga melihat ke depan lonjakan akan terus terjadi apalagi jika wilayah tertinggal, terdepan dan terluar menjadi terbuka, maka akses internet akan makin melonjak.
“Ini harus diantisipasi agar penggunaan internet kita didorong untuk hal produktif, kreatif, edukatif dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Indonesia dan Rusia menekan nota kesepahaman (MoU) untuk bekerja sama dalam pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), tata kelola spektrum frekuensi r
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.