Super League 2026/27 Dikuasai Pelatih Asing, Hanya Satu Pelatih Lokal
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com,JOGJA — Mengurangi tekanan angin ban mobil dipercaya dapat menimbulkan efek buruk seperti bisa menambah grip atau traksi tapak ban mobil. Hal ini bisa menyebabkan keausan ban terjadi lebih cepat.
Ingin tahu apa saja efek buruk lainnya? Yuk, simak penjelasannya berikut, seperti dikutip dari laman Daihatsu, Minggu (02/01/2022):
1. Mengurangi kenyamanan berkendara
Salah satu efek buruk yang paling terasa saat tekanan angin pada ban mobil berkurang adalah ketidaknyamanan saat berkendara. Hal ini bisa langsung terasa karena pada kondisi tersebut membuat ban tidak rata.
Tentunya, kenyamanan saat berkendara menjadi prioritas utama. Hal ini juga sudah pasti akan membuat Anda aman saat berada di perjalanan. Baik untuk perjalanan jauh maupun dekat.
2. Mempercepat keausan ban
Pada saat tekanan angin ban mobil berkurang, kondisi yang akan terjadi adalah bagian tengah ban mobil menjadi lebih melengkung ke dalam. Hal ini mempengaruhi gesekan yang lebih besar pada bagian luar ban.
Ketidakmerataan ban mobil itulah yang membuat keausan ban cepat terjadi. Tentunya Anda tak ingin hal tersebut terjadi, kan? Maka dari itu, selalu cek kondisi ban mobil dan jangan sampai mengurangi tekanan angin.
3. Mempercepat kerusakan ban
Mengurangi tekanan angin pada ban mobil dapat memberikan efek buruk pada ban. Seperti kondisi kerusakan ban mobil, yang sering terjadi karena hal tersebut. Kekurangan tekanan angin juga juga sama dengan beban yang berlebihan.
Selain itu, efek buruk lainnya yang akan timbul adalah handling menjadi lebih berat dan daya cengkeram ban juga berkurang. Jadi, jangan sampai kekurangan tekanan angin ban semakin mempercepat kerusakannya.
4. Dinding ban retak dan melepuh
Apabila Anda tetap mempertahankan kondisi ban mobil yang kekurangan tekanan angin, maka bisa membuat dinding ban menjadi mudah retak dan melepuh. Apalagi jika Anda menggunakan kendaraan untuk perjalanan jauh dan kecepatan yang tinggi.
Pada kondisi tersebut juga bisa disebabkan karena defleksi secara berlebihan akibat kekurangan tekanan udara pada ban mobil. Sehingga dinding ban pun menjadi retak. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menjaga tekanan angin yang pas, tidak lebih dan tidak kurang.
5. Resiko pecah ban
Mengurangi tekanan ban ban mobil dengan sengaja bukanlah hal yang harus dibenarkan. Hal tersebut membuat ban tidak memiliki area kontak dengan aspal yang sesuai atau bahkan berlebih.
Mobil pun akan terasa lebih berat dan tekanan ban menjadi lebih mengempis. Kondisi seperti ini akan sangat membahayakan Anda karena bisa membuat resiko pecah ban semakin tinggi.
Nah, itulah berbagai efek buruk dari mengurangi tekanan angin ban mobil yang bisa membahayakan Anda sebagai pengendara mobil. Maka dari itu, sangat disarankan untuk menjaga tekanan angin sesuai dengan petunjuk pabrikan, jangan sampai kelebihan atau kekurangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026