WPSplinter Ancam Router Wi-Fi, Ini Cara Melindungi Jaringan Rumah
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.
Elon Musk - Royal Society/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Sosok miliarder Elon Musk kembali mencuri perhatian dunia lewat pernyataan kontroversial yang ia lontarkan mengenai perusahaan miliknya, Neuralink. Dalam sebuah forum teknologi di Israel melalui sambungan video pada Kamis (21/5/2026), Musk secara berani menyebut teknologi antarmuka otak-komputer yang dikembangkan perusahaannya sebagai “teknologi level Yesus”.
Musk mengungkapkan keyakinannya bahwa riset Neuralink memiliki potensi medis yang sangat masif. Ia mengklaim teknologi ini mampu membantu penyandang lumpuh total (tetraplegia) untuk kembali bergerak hingga memulihkan penglihatan bagi individu dengan gangguan saraf yang sangat serius. “Memulihkan kendali manusia yang tetraplegic dan memulihkan penglihatan adalah hal yang luar biasa. Ini apa yang saya sebut teknologi level Yesus,” tegasnya, sebagaimana dilansir Futurism, Jumat (22/5/2026).
Neuralink sendiri merupakan proyek ambisius Musk yang fokus pada pengembangan chip otak untuk ditanamkan ke dalam tubuh manusia. Dalam serangkaian uji coba yang pernah dipublikasikan perusahaan, teknologi ini diklaim mampu memungkinkan pengguna mengendalikan kursor komputer hanya melalui aktivitas pikiran.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu keraguan di kalangan akademisi dan komunitas teknologi. Banyak pihak menilai bahwa target muluk yang disampaikan Musk masih jauh dari pembuktian ilmiah yang solid. Hingga saat ini, belum ada jurnal maupun publikasi ilmiah skala luas yang mengonfirmasi keberhasilan Neuralink dalam memulihkan fungsi gerak maupun penglihatan manusia secara penuh sebagaimana klaim sang miliarder.
Rekam jejak Elon Musk yang sering kali melontarkan klaim ambisius memang kerap menuai kontroversi. Sebelumnya, janji-janji Musk terkait kemampuan kemudi otomatis penuh (Full Self-Driving) pada mobil Tesla serta prediksi perkembangan kecerdasan buatan sering kali memicu debat panas di antara para ilmuwan.
Banyak pengamat menilai bahwa istilah “teknologi level Yesus” hanyalah gaya komunikasi hiperbolis khas Musk. Taktik ini diduga digunakan untuk menarik atensi publik sekaligus menjaga minat para investor terhadap proyek-proyek masa depannya.
Di sisi lain, Neuralink tetap menjadi salah satu proyek teknologi yang paling diawasi ketat secara global. Selain potensinya yang dianggap revolusioner dalam dunia medis, proyek ini juga membawa beban risiko etis dan tantangan teknologis yang tidak kecil. Dunia kini menanti bukti nyata apakah ambisi Musk tersebut akan benar-benar menjadi terobosan medis yang mengubah sejarah, atau sekadar janji futuristik yang sulit untuk diwujudkan dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.
Bareskrim mengamankan WN Taiwan berinisial YCY terkait 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun yang diangkut kapal MT Global 168.
DPRD Kota Jogja meminta pengawasan tarif parkir diperketat menjelang liburan. Pemkot juga didorong menambah kantong parkir dan mengatur lalu lintas.