Round-up Asian Games 2026: Karate Tambah Perunggu untuk Indonesia
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - WhatsApp punya fitur keamanan untuk memblokir orang asing yang mengganggu. Ini bisa dimanfaatkan demi mencegah orang yang tidak dikenal undang masuk grup yang tidak diinginkan.
Dirangkum Okezone, fitur keamaman tersebut sudah ada sejak April 2019 silam, berguna juga supaya pengguna tidak otomatis asal masuk ke grup WhatsApp.
Melalui fitur ini, pengguna bisa membatasi dan memilih siapa saja yang dapat mengundang ke grup, sekaligus menolak undangan yang masuk.
Jika sampai sekarang belum mengetahui bagaimana cara memanfaatkan fitur privasi tersebut, simak penjelasannya di bawah ini.
1. Ketuk lambang 3 titik dan pilih opsi \'Setelan\'
2. Klik \'Akun\'
3. Pilih \'Privasi\'
4. Ketuk opsi \'Grup\'
5. Tentukan pilihan antara \'Kontak Saya\' atau \'Kontak Saya Kecuali...\'
Sebagai catatan, kalau memilih \'Kontak Saya\' artinya akun yang nomornya tidak disimpan tak akan bisa asal undang ke grup, kecuali dengan mengirimkan link grup ke chat personal.
Sementara itu, ketika opsi \'Kontak Saya Kecuali...\' yang dipilih, pengguna dapat memilah siapa aja yang ingin dibatasi atau sebaliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Round-up Asian Games 2026: karate menambah perunggu untuk Indonesia, sementara beregu putra dan putri bulu tangkis lolos ke semifinal.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.