Komet Langka Muncul di 2026, Hanya Sekali Seumur Hidup
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangkaian jilatan api matahari muncul Jumat (26 Agustus) setelah pertunjukan aurora berwarna hijau yang mempesona menabrak atmosfer beberapa hari yang lalu.
\"Sunspot AR3089 berderak dengan serangkaian semburan matahari kelas M [sedang] yang semakin intensif,\" kata SpaceWeather.com.
Solar Dynamics Observatory NASA menangkap suar yang sangat kuat pada pukul 07:16 EDT (1116 GMT) ketika populasi di Eropa dan Afrika mengalami pemadaman radio singkat.
Sebuah ejeksi besar partikel bermuatan dari matahari, yang dikenal sebagai lontaran massa koronal, dapat menyerang planet kita pada hari Senin (29 Agustus) dan memicu aurora di sekitar Lingkaran Arktik, menurut sebuah pernyataan dari Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional.
Matahari pasti merasa kuat akhir-akhir ini, karena menghasilkan gelombang cuaca luar angkasa (terbuka di tab baru) untuk menandai dimulainya aktivitas maksimum siklus matahari 11 tahun.
BACA JUGA: Pemerintah Diminta Mewaspadai Teknologi 5G, Ini Sebabnya
Kawanan cahaya utara dan selatan terlihat awal pekan ini, termasuk dilihat dari luar angkasa oleh Samantha Cristoforetti dari Badan Antariksa Eropa. Astronot veteran mengatakan itu adalah badai paling kuat dalam 300 hari di luar angkasa.
Sebagian besar cuaca luar angkasa pada tingkat paling dramatisnya memberikan pertunjukan yang luar biasa bagi orang-orang di atau dekat Bumi, tetapi sejumlah kecil badai yang sangat kuat dapat merusak saluran listrik, satelit, dan infrastruktur vital lainnya yang menjadi sandaran planet kita.
Matahari lebih rentan terhadap temper tantrum ketika mencapai aktivitas maksimumnya, karena bintik matahari menyebar di permukaan dan garis magnet berputar dan patah. Jika badai diarahkan ke Bumi, itu dapat membuat aurora, pemadaman, dan efek lainnya.
NASA, Badan Antariksa Eropa, dan entitas penjelajah luar angkasa lainnya mengawasi cuaca matahari 24/7 untuk memberikan perlindungan terbaik bagi Bumi, manajer satelit, dan astronot yang bekerja di atas planet kita.
BACA JUGA: Xiaomi Pecat 900 Karyawan, Harta Pendirinya Berkurang Rp124 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Radar GCI pertama Indonesia di Banjarbaru mampu mendeteksi objek hingga 515 kilometer dan memperkuat pengawasan ruang udara nasional secara real time.
Ekspor daun cincau kering Jawa Tengah mencapai 403 ton hingga Juni 2026 dan dipasarkan ke Thailand, Malaysia, Tiongkok, serta Kamboja.
Giri Sembung di Kulonprogo akan diperkenalkan sebagai spot paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026.
SMPN 4 Pakem menjadi sekolah pertama di Indonesia yang menerapkan program WiSe bersama TMH.id untuk membangun ekosistem kesehatan mental.
BGN menargetkan pelunasan tunggakan Rp1,6 triliun kepada pihak ketiga pada 2026. Anggaran pembayaran masih dalam proses reviu dan diblokir.