Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Masih Dipertanyakan
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Google Pixel 6A/GSM Arena
Harianjogja.com, JAKARTA—Google berencana meluncurkan ponsel pintar lipat tahun depan, setelah tertunda cukup lama karena pandemi Covid-19. Upaya Google ini dilakukan untuk menyaingi dominasi Samsung di pasar smartphone lipat.
Google awalnya berencana meluncurkan ponsel Pixel lipat itu pada 2021. Tetapi, rencana itu tertunda beberapa kali karena kondisi pandemi Covid-19 yang belum pulih. Pandemi membuat rantai pasok komponen ponsel terputus, terutama di pusat produksi Google Pixel di Cina.
Alhasil, kini Google akan mengalihkan sebagian produksi Google Pixel lipat itu ke Vietnam. "Sebagian dari produksi ponsel Pixel terbaru Google akan dilakukan di Vietnam," tulis The New York Times dari sumber yang mengetahui rencana Google itu dikutip pada Jumat (2/9/2022).
Dengan begitu, Google dikabarkan akan siap meluncurkan ponsel lipatnya itu pada 2023. Google juga mulai memindahkan operasi produksinya dari Cina karena alasan ketegangan geopolitik. Selain itu, teknologi layar dan engsel pada ponsel lipat memerlukan tempat produksi yang dekat dengan pemasok utama di Cina.
BACA JUGA: Dibanderol Mulai Rp1 Jutaan, Kenali Spesifikasi Vivo Y16
Meski begitu, Google akan terus menggunakan Foxconn yang berbasis di Taiwan untuk produksi beberapa merek ponselnya. Upaya Google yang gencar mengembangkan ponsel lipat itu seiring dengan potensi pasar yang besar. Berdasarkan data dari Counterpoint, pasar smartphone lipat global diperkirakan akan tumbuh 73 persen dari 9 juta unit tahun lalu menjadi 16 juta unit tahun ini.
Counterpoint juga memperkirakan bahwa perangkat lipat diperkirakan akan tumbuh menjadi 26 juta unit pada 2023.
Sementara itu, Samsung menjadi pemain yang dominan di pasar ini. Data dari Counterpoint menunjukkan bahwa Samsung menguasai 62 persen pasar ponsel lipat. Kemudian, Huawei mempunyai pangsa pasar 16 persen dan OPPO 3 persen.
"Samsung telah memimpin pasar sejak awal, dan kami pikir dominasinya akan berlanjut untuk beberapa waktu," kata Analis Senior Counterpoint Jene Park.
BACA JUGA: Jadwal Rilis iPhone 14 di Indonesia, Harga Rp17 Jutaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Kejagung mengungkap dugaan peran Budi Utomo dalam pengadaan motor listrik MBG. Dari rencana 21.000 unit, hanya 2.117 unit terealisasi.
Rocky Gerung menjelaskan alasannya bergabung sebagai Wantimpres Prabowo dan menegaskan sikap kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah.