Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam menghadiri Kick Off SMK Pusat Keunggulan Elektrifikasi Industri Otomotif di Wilayah Jawa di SMK-SMTI Jogja, Senin (31/1/2023)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA — Toyota Indonesia tidak terlalu buru-buru untuk memproduksi mobil listrik full electric vehicle (EV) di Indonesia. Selain masih fokus dengan produksi kendaraan hybrid, Toyota juga terus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pengembangan elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Direktur Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengaku sudah mengawali produksi kendaraan listrik hybrid sebelum memproduksi kendaraan listrik secara penuh di Indonesia.
"Di situ sudah ada baterainya dan segera kami ekspor ke beberapa negara. Kami juga lakukan kedalaman industrinya agar lebih kuat. Tidak hanya hybrid tetapi dengan penggunaan teknologi lainnya," kata dia seusai kegiatan Kick Off SMK Pusat Keunggulan Elektrifikasi Industri Otomotif di Wilayah Jawa yang digelar di SMK-SMTI Jogja, Senin (31/1/2023).
Produksi Toyota Innova Zenix Hybrid pada tahun ini, kata dia, terus ditingkatkan secara bertahap. Pasalnya, saat ini di seluruh dunia masih di bawah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi. "Tetapi kalau alokasinya akan dilakukan penambahan [produksi]. Tahun lalu baru [produksi] November 2022," katanya.
BACA JUGA: Nasmoco Kenalkan 2 Mobil Toyota dengan Teknologi HEV, Ini Keunggulannya
Bob Azam akan melihat kondisi ekonomi global tiga bulan ke depan. Tidak menutup kemungkinan, penambahan produksi antara 25%-30% dan secara bertahap bisa ditingkatkan menjadi 40-50% dari total produksi Toyota Innova Hybrid.
Menurutnya, beberapa negara tujuan ekspor sudah meminta kendaraan dengan emisi rendah seperti Dubai, UEA. “Dubai ingin menjadi kota MICE sehingga masalah emisi di kota tersebut menjadi perhatian serius karena terkait dengan masalah lingkungan. Jadi standar emisinya harus rendah, di bawah 150 gram Co2 Km. Untuk nilai ekspor saya belum ada angka yang pasti tetapi sekitar Rp60 triliun pada 2022 lalu untuk semua tipe termasuk komponen, aftermarket dan lainnya," kata dia.
Siapkan SDM
Menurut Bob Azam, Indonesia masih membutuhkan SDM yang mampu memproduksi kendaraan full listrik.
Untuk itu, Toyota Indonesia meluncurkan program pengembangan 10 SMK percontohan sebagai pusat vokasi edukasi elektrifikasi industri otomotif. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi lulusan SMK dengan menerapkan pola link and match antara kebutuhan industri dengan dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Toyota Indonesia tak hanya mendonasikan alat praktik berteknologi augmented reality (AR) yang berisi informasi mengenai elektrifikasi tetapi juga membantu para guru SMK merancang kurikulum praktik guna melahirkan SDM otomotif di era elektrifikasi dan netralitas karbon dengan kompetesi siap pakai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.