Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
kilatan cahaya yang tampak di langit Yogyakarta adalah pijaran meteor, yang merupakan meteor sporadis./Instagram @aryo.akise
Harianjogja.com, JAKARTA—Hujan meteor Eta Aquarid spektakuler akan segera mencapai puncaknya dan memberikan kesempatan bagi para pengamat langit untuk melihatnya hingga 40 bintang jatuh setiap jam. Fenomena langit ini berlangsung pada bulan Mei setiap tahun ketika Bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Komet Halley.
Melansir Insider, hujan meteor aktif antara 15 April hingga 27 Mei 2023 dan puncaknya diperkirakan pada 5 Mei 2023. Para ahli memprediksi ledakan yang bisa menggandakan jumlah meteor di langit sehingga tahun ini akan menjadi lebih menakjubkan dari biasanya.
Para ahli mengatakan tahun ini hujan meteor tidak hanya di Belahan Bumi Selatan, tetapi juga di Belahan Bumi Utara yang mungkin ada meteor yang terlihat dua kali lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan Jupiter telah mendorong dan memusatkan puing-puing kuno dari komet Halley ke jalur planet kita.
Menurut Bill Cooke, kepala Meteoroid Environment Office NASA, Komet Halley melewati Bumi setiap 76 tahun dan setiap kalinya, Komet Halley meninggalkan sedikit debu di belakangnya. Dia juga menjelaskan bahwa tidak ada risiko yang terkait dengan hujan meteor.
Untuk melihat hujan meteor Eta Aquarid, diperkirakan mencapai puncaknya sekitar pukul 4 pagi UTC pada 5 Mei. Namun, Cooke menyarankan waktu terbaik untuk keluar adalah sekitar pukul 2 hingga 3 pagi. Namun, sayangnya, ada kemungkinan bulan akan lebih terang dari meteor karena mengalami bulan purnama. Walaupun demikian, Anda masih berpeluang melihat hingga 40 meteor per jam.
Carilah garis panjang yang melesat di langit yang disebabkan oleh puing-puing meteor yang terbakar di atmosfer. Ketika meteor mencapai atmosfer, mereka tidak hanya terbakar, tetapi juga pecah dan jika mereka besar dan berdebu, mereka menciptakan garis yang jelas, yakni debu yang ditinggalkan di belakangnya. Hujan meteor juga dapat membawa "bola api" sesekali, yang merupakan kilatan terang yang terjadi saat meteor meledak saat mengenai atmosfer.
Untuk melihat yang terbaik saat bintang jatuh, menjauhlah dari lampu-lampu kota. Berbaring telentang dan lihat lurus ke langit. Tidak perlu membawa kacamata atau teleskop karena meteor paling baik dilihat dengan mata telanjang. NASA merekomendasikan untuk mengarahkan kaki Anda ke timur untuk mendapatkan pemandangan terbaik dari pancuran. Cooke mengklaim hal terpenting adalah mengalihkan pandangan dari bulan.
Jangan fokus ke ponsel Anda saat mengamati langit. Biasakan mata dengan kegelapan malam dan bersabarlah. NASA mengatakan, Anda harus memberi mata setidaknya 30 menit untuk membiasakan diri dengan langit yang gelap sebelum berharap untuk melihat bintang jatuh.
Jika tidak dapat melihat Eta Aquarids tahun ini, jangan putus asa karena para ahli berpendapat bahwa puing-puing yang sama akan berada di jalur planet kita tahun depan. Bahkan menurut Cooke, hujan meteor tahun depan akan lebih kuat lagi. Setelah itu, ledakan berikutnya akan terjadi pada tahun 2044 hingga 2046. Jadi harus menunggu lebih dari 20 tahun untuk melihat ledakan Eta Aquarids lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan